Marak Antrean Panjang Kendaraan di SPBU, DPRD Sumsel Panggil Pertamina

DPRD Sumsel akan melakukan rapat koordinasi dengan PT Pertamina dan Pertagas, untuk mendapatkan penjelasan terkait maraknya antrean kendaraan di SPBU

Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/alan
Antrian kendaraan di SPBU Tebing Gading Kelurahan Bumi Agung Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan, yang sudah menerapkan pembatasan pengisian kendaraan mobil beberapa waktu lalu, Minggu (18/9/2022). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dijadwalkan, Senin (3/10/2022) melakukan rapat koordinasi dengan PT Pertamina dan Pertagas, untuk mendapatkan penjelasan terkait maraknya antrean kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU).

DPRD Sumsel sendiri mengaku bingung, sejak BBM subsidi dinaikkan, nyatanya ada masalah baru yang dialami pengguna kendaraan.

"Pertama antrian SPBU di Sumsel ini, memang sangat-sangat sudah parah, BBM jenis bio solar maupun pertalike memang susah didapat oleh masyarakat. Nah ini kita kepingin tahu dan masyarakat juga tahu alasan Pertamina dan Pertagas gimana," kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Hasbi Asidiki.

Dijelaskan politisi partai Golkar ini, jika berdasarkan laporan masyarakat yang antre di SPBU, mereka harus menunggu 1 hingga 2 jam baru bisa mendapatkan BBM subsidi tersebut.

"Terkadang juga, mereka yang sudah antre berjam-jam di SPBU itu setelah mau mengisi, ternyata sudah habis. Nah inikan tidak masuk akal," paparnya.

Diungkapkan Hasbi, antrea kendaraan yang ada saat ini untuk mengisi BBM di SPBU, seringkali juga menyebabkan kemacetan yang parah, karena adanya penumpukan kendaraan dengan ukuran besar di bahu jalan.

"Antrian Ini kan mengakibatkan kemacetan lalu lintas, yang kedua menjadi kejadian yang kebakaran beberapa waktu lalu karena ada penimbunan, sehingga hal ini harus disikapi oleh DPRD Sumsel," ucapnya.

Ditambahkan Hasbi, selain pimpinan Pertamina, Pertagas dan Hiswanamigas di Sumsel dipanggil, sejumlah dinas yang ada juga akan dipanggil.

"Untuk langkah selanjutnya, kita akan mendengarkan dulu penjelasan Pertamina, setelah dapat permasalahannya baru kita ambil langkah berikut terhadap penyelesaian itu," tuturnya, termasuk kelangkaan Gas subsidi juga mulai terjadi di daerah.

Hasbi sendiri tak menampik, adanya kelangkaan BBM yang menyebabkan antrean panjang di SPBU, bisa saja memang dilakukan PT Pertamina yang sengaja mengurangi stok ataupun aturan lainnya yang membuat SPBU terbatas.


"Kecurigaan bahwa SPBU ada permainan terhadap bio solar atau Pertalite itu bisa saja, karena antrian maupun keluhan masyarakat antri sudah lama-lama, mereka sampai di di pompa Itu minyak sudah habis, dan ini tolong ditindaklah oleh Pertamina," tandasnya, seraya hal Ini merata terjadi di SPBU yang ada di Sumsel.

Sekedar informasi, pemerintah telah mengumumkan kenaikan BBM subsidi pada 3 September lalu, namun antrean panjang kendaraan yang membeli BBM subsidi masih terlihat di hampir semua SPBU.

Di SPBU simpang BLK Palembang misalnya antrean panjang ini, bisa dilihat hampir sepanjang waktu baik pagi maupun siang dan malam, khususnya antrean pada jalur pertalite sepeda motor dan solar pada jalur mobil.

Hanya ada satu jalur pertalite yang melayani penjualan untuk sepeda motor, dan nozzel (selang pengisian) yang biasanya dua, menjadi satu.

Sementara itu jalur solar ada dua namun karena yang antre mobil sehingga tetap saja panjang bahkan hingga mengular ke jalan raya jika sedang ramai.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved