Berita OKI

Terdeteksi 20 Warga Terinfeksi, OKI Jadi Daerah Ketiga Dengan Pasien HIV/Aids Tertinggi di Sumsel.

Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, tercatat 20 orang warga terinfeksi virus HIV/AIDS hingga bulan Agustus 2022.

Editor: Ahmad Farozi
nando/ts
Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, Mukti Uli Artha. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berada diposisi ketiga dalam jumlah penderita HIV/AIDS terbanyak di Sumsel. Setelah Kota Palembang dan Kota Prabumulih.

Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, tercatat 20 orang warga terinfeksi virus HIV/AIDS hingga bulan Agustus 2022.

Kabid Pengendalian Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes OKI, Mukti Uli Artha mengatakan, penyebab banyaknya warga OKI terinfeksi HIV/AIDS antara lain karena lokasinya yang strategis di jalan lintas timur dan jalan tol.

Kabupaten OKI juga berbatasan dengan beberapa propinsi. Seperti Lampung dan Bangka.

"Rata-rata pasien yang suspek HIV/Aids berasal dari lokasi prostitusi," Mukti Uli Artha, Rabu (28/9/2022).

Dijelaskan selama empat tahun terakhir penderita HIV/Aids masih terbilang tinggi. Meskipun terdapat penurunan angka setiap tahunnya.

"Kalau tahun 2019 angka penderita mencapai 25 orang, lalu 2020 ada 26 orang, selanjutnya tahun 2021 ada 21 orang dan hingga bulan Agustus 2022 ini terdapat 20 orang suspek," katanya.

"Untuk pasien suspek tahun 2022 hanya 15 orang warga OKI. Sisa 5 orang diantaranya merupakan pendatang yang bekerja di tempat prostitusi," sambungnya.

Upaya pencegahan yang dilakukan Dinkes OKi, antara lain gencar melakukan skrining dengan alat Voluntary Counseling and Testing (VCT) ke beberapa tempat seperti lembaga pemasyarakatan, tempat prostitusi dan warung remang-remang.

"Bulan lalu puskesmas Kotaraya melakukan skrining terhadap 250 orang warga binaan di Lapas kelas 2B Kayuagung. Lalu puskesmas lainnya juga menyisir lokasi yang dicurigai merupakan tempat prostitusi," katanya.

Diharapkan, semakin banyak masyarakat mau melakukan tes VCT, supaya dapat terlacak dan dilakukan pengobatan secepatnya.

"Jika ada yang sakit menyerupai gejala HIV Aids untuk segera memeriksakan diri. Gejalanya diantaranya diare, sariawan, batuk, terdapat ruam di kulit, dan badan kurus," katanya.

"Jika ternyata positif langsung ikut pengobatan. Karena penderita ini harus rutin minum obat hampir seumur hidupnya untuk dapat sembuh," pungkasnya. (nando/ts)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved