Berita Pagaralam

Warga Muara Siban Pagaralam Kini Dicekam Ketakutan, Beruang Madu Mulai Masuk Pemukiman

"Sudah banyak warga yang melihat kemunculan beruang tersebut. Jadi warga mulai takut jika tidak ditangkap hewan buas itu dapat menyerang warga,".

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Ahmad Farozi
Dok BPBD Pagar Alam
Kemunculan beruang madu dikawasan Desa Muara Siban dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir membuat warga setempat dicekam ketakutan. Tampak petugas BKSDA dan BPBD Kota Pagar Alam sedang memasang perangkap beruang di Desa Muara Siban. 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Kemunculan beruang madu dikawasan Desa Muara Siban dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir membuat warga setempat dicekam ketakutan.

Dikabarkan hewan buas tersebut sudah mulai masuk kawasan sekitar pemukiman warga. Bahkan beruang tersebut telah merusak salah satu tempat tinggal warga Sukarami yang sedang ditinggal penghuninya.

Ari (43) salah seorang warga Sukarami mengatakan, warga memang sudah ketakutan dengan kemunculan beruang madu tersebut. Karena lokasi kemunculannya sudah mulai dekat dengan pemukiman warga.

"Sudah banyak warga yang melihat kemunculan beruang tersebut. Jadi warga mulai takut jika tidak ditangkap hewan buas itu dapat menyerang warga," ujarnya.

Beberapa waktu lalu warga Muara Siban juga pernah diserang beruang saat sedang berada di kebun. Hal ini yang membuat warga takut, sebab kegiatan warga banyak berada di kebun.

"Kami takut jadi korban serangan beruang tersebut, karena kami setiap hari bekerja di kebun atau di ladang," katanya.

Terkait kemunculan beruang madu dipemukiman warga, BKSDA dibantu pihak BPBD Kota Pagar Alam memasang perangkap besi ditempatkan dilokasi hewan buas tersebut sering melintas.

Kepala BPBD Kota Pagar Alam, Jon Asman membenarkan jika pihaknya membantu pihak BKSDA memasang perangkap besi untuk menangkap beruang yang meresahkan warga di Kecamatan Dempo Utara.

"Benar kemarin kami membantu pihak BKSDA memasang perangkap untuk menangkap beruang yang meresahkan warga Muara Siban. Semoga hewan itu bisa ditangkap agar warga sekitar tidak khawatir lagi," ujarnya, Selasa (27/9/2022).

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved