Berita Muba

Ratusan Warga Muba Diduga Tertipu Arisan Bodong, Kerugian Capai Rp6 Miliar

"Selain klien kita, masih banyak korban yang lain. Saya meminta pak kapolres segera mengamankan dan memeriksa MI," ujarnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Ahmad Farozi
fajeri/sripoku.com
Ratusan warga di Kabupaten Muba diduga jadi korban penipuan berkedok arisan bodong dengan nilai yang sudah disetorkan sekitar Rp6 miliar. Tampak sejumlah korban arisan bodong ketika melapor ke Polres Muba, Senin (19/9/2022). 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Ratusan warga di Kabupaten Muba diduga jadi korban penipuan berkedok arisan bodong.

Tak tanggung-tanggung, total uang yang sudah disetorkan para member dalam arisan ini mencapai miliaran rupiah.

Ketua LPBHNU Muba, Fahmi selaku kuasa hukum salah seorang korban, melaporkan kasus dugaan penipuan tersebut ke Polres Muba.

Fahmi mengatakan, member korban arisan tersebut jumlahnya sekitar 550 orang. Dengan total kerugian para member sekitar Rp6 miliar.

Dikatakan, arisan tersebut dikelola oleh seorang bandar perempuan yang disebut-sebut berinisial MI.

"Klien kita EN dengan nama FB Regina Putri reseller dari Bandar arisan MI yang membawahi sekitar 500 nasabah dengan kerugian pokok sebesar Rp5,195 miliar," kata Fahmi, Senin (19/9/2022).

"Dan SU reseler dari bandar arisan MI membawahi sekitar 50 nasabah dengan total kerugian pokok Rp860 juta," sambungnya.

Dikatakan, pada 15 September 2022, MI menandatangani surat perjanjian yang intinya siap mengembalikan uang pokok, sesuai tanggal jatuh tempo. Namun hingga saat ini belum ada s atu rupiahpun uang yang cair.

Pihaknya lantas melayangkan surat pengaduan ke Polres Muba dengan nomor LP STPL/428/IX/2022/SUMSEL/RES MUBA, tanggal 16 September 2022 yang diterima langsung SPKT Polres Muba.

"Selain klien kita, masih banyak korban yang lain. Saya meminta pak kapolres segera mengamankan dan memeriksa MI," ujarnya.


Ditegaskan, jika Kapolres tidak segera mengamankan MI, maka korban akan menggelar aksi demo dengan massa sekitar 700 orang untuk menuntut MI mengembalikan kerugian.

Sekaligus meminta menutup atau menghentikan transaksi jual beli arisan bodong.

Salah seorang korban berinisial EN mengaku, ikut arisan tersebut bulan Mei tahun 2022. Awal ikut arisan dengan modal Rp10juta dan dijanjikan bulan depan jadi Rp15juta.

Adapun uang pokok yang sudah disetor kepada bandar beinisial MI sampai dengan bulan September 2022 sebesar Rp1,5 milyar. Terakhir dirinya menyetor uang pribadi sebesar Rp150 juta.

Sementara, Kapolres Musi Banyuasin AKBP Siswandi SIK SH MH​ melalui Kasi Humas Polres Muba AKP Susianto saat dikonfirmasi membenarkan surat laporan pengaduan telah diterima beberapa hari lalu dan saat sedang ditindaklanjuti.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved