Berita Sriwijaya FC

Dihajar PSMS Medan, Posisi Sriwijaya FC Merosot ke Peringkat Kelima Klasemen Liga 2 Wilayah Barat

Dengan hasil minor yang didapat kala bertandang ke markas PSMS Medan, Sriwijaya FC mengemas lima poin dari empat pertandingan.

Editor: Odi Aria
Tribun Medan
Pemain PSMS Medan (kiri) berusaha melewati kawalan pemain Sriwijaya FC pada lanjutan pertadingan Liga 2, di Stadion Teladan Medan, Minggu (19/9/2022). Dalam lanjutan pertandingan pekan keempat tersebut PSMS Medan berhasil mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 2-1. 

SRIPOKU.COM- Posisi Sriwijaya FC merosot ke peringkat kelima Klasemen Liga 2 Wilayah Barat pasca kalah 2-1 atas PSMS Medan.

Dengan hasil minor yang didapat kala bertandang ke markas PSMS Medan, Sriwijaya FC mengemas lima poin dari empat pertandingan.

Dimana, dari 4 laga yang dilakoni Sriwijaya FC hanya mampu meraih satu kali kemenangan dua kali kekalahan dan sekali kekalaahan.

Sementara itu, PSMS Medan kian kokoh di puncak Klasemen Liga 2 Wilayah Barat dengan mengumpulkan poin sepuluh hasil dari tiga kali kemenangan dan satu kali imbang.

Pelati Sriwijaya FC Liestiadi saat gelar preskon, persiapan Sriwijaya FC akan bertanding melawan PSMS Medan di stadion Teladan Medan pada hari Minggu (18/9/2022).
Pelati Sriwijaya FC Liestiadi saat gelar preskon, persiapan Sriwijaya FC akan bertanding melawan PSMS Medan di stadion Teladan Medan pada hari Minggu (18/9/2022). (SRIPOKU.COM/cr34)

Liestiadi Soroti Kinerja Wasit

Pelatih kepala Sriwijaya FC, Liestiadi menyoroti kinerja wasit Andri Novendra seusai timnya menelan kekalahan 1-2 dari tuan rumah PSMS Medan.

Liestiadi menilai, wasit asal Pekanbaru itu mengeluarkan beberapa keputusan yang merugikan Sriwijaya, termasuk hadiah tendangan penalti bagi tuan rumah pada menit ke-47 padahal ia meyakini pelanggaran terjadi di luar kotak terlarang.

 
"Pertandingan sangat menarik apalagi dua tim punya nama besar. Seharusnya ini jadi edukasi buat dunia sepakbola di Indonesia," katanya.

"Tapi sayang dirusak oleh keputusan wasit. Video dari staf kami, pelanggaran pertama di luar kotak penalti, pelanggaran kedua kawan sama kawan, kok bisa di dalam kotak terlarang," ujar Liestiadi.

Dengan kondisi itu, Liestiadi menilai wasit telah merusak ekosistem sepakbola tanah air.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved