Berita OKU

Disnaker OKU Telusuri Prosedur Pemulangan TKI Asal OKU Sumsel yang Ditahan di Laos

"Hari ini kita akan berkoordinasi apa saja langhkah-langkah yang harus dilakukan untuk pemulangan Reza," kata Ivan, Jumat (2/9/2022).

Tayang:
Penulis: Leni Juwita | Editor: Ahmad Farozi
Dok Reza
Reza Pratama (26) dan Tiara (26) TKI asal Sumsel yang ditahan di Negara Laos. 

SRIPOKU.COM, BATURAJA - Kabar ditahannya Reza Pratama (27) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Ogan yang ditahan di Laos, langsung direspon oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten OKU .

Kadisnaker OKU Ivan Saputra, langsung memerintahkan Kabid Penempatan Tenaga Kerja, Helmi Purnomo dan Kasi Kesempatan Kerja, Agus Yono berangkat ke Palembang.

Mereka mendatangi kantor Badan Pelayanan Perlindungan Pekerja Indonesia Sumsel untuk menelusuri dan mencari solusi agar Reza bisa dipulankang ke tanah air.

"Hari ini kita akan berkoordinasi apa saja langhkah-langkah yang harus dilakukan untuk pemulangan Reza," kata Ivan, Jumat (2/9/2022).

Menurutnya, Disnaker OKU sudah mengecek data yang bersangkutan dan sejauh ini tidak ada berkas dokumen dibidang penempatan kerja atas nama Reza Pratama.

Ivan belum bisa menjelaskan secara detail. Pihaknya juga sudah mengecek ke biro penyalur tenaga kerja, namun tidak ditemukan nama Reza.

Ditegaskan Ivan, walaupun Reza diberangkatkan oleh penyalur tenaga kerja di luar OKU pasti ada rekomendasi dari Disnaker OKU karena KTPnya warga OKU.

Seperti kabar yang ramai beredar, Reza Pratama tidak dapat kembali ke tanah air karena ditahan perusahaan tempatnya bekerja di Laos.

Reza bersama kekasihnya Tiara yang juga TKI ditahan pihak perusahaan yang telah membeli Reza dari agen penyalur dari Indonesia sejak empat bulan terakhir.

Kata orang tua Reza di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten OKU, empat bulan lalu pamit untuk bekerja di Dubai bersama kekasihnya Tiara .

Keduanya berangkat ke Dubai atas rekomendasi teman Tiara, namun ternyata Reza dan Tiara bukan diberangkatkan ke Dubai tapi ke Myanmar.

Masih menurut penuturan ayah Reza, setelah sampai di Myanmar, Reza saya dan Tiara diberangkatkan lagi ke Laos menggunakan kardus besar

Kondisi yang dialami Reza dikabarkannya kepada orang tuanya melalui sambungan telpon seluler. Saat ini Reza bekerja di Laos sebagai operator penipuan dan investasi bodong.

Reza dipaksa bekerja tanpa bisa melihat ke luar kantornya dari pukul 13.00 sampai jam 23.00 malam waktu setempat. Jika sudah selesai bekerja langsung masuk ke kamar lantai tiga dan tidak bisa berkomunikasi dengan rekan kerja yang lain.

Bahkan kalau ada yang ketahuan melanggar atau pekerjaannya tidak sesuai akan dipukuli dan ada juga yang disetrum listrik.

Semua upaya telah dilakukan Reza bersama Tiara untuk pulang ke Indonesia, mulai dari menghubungi pihak Imigrasi hingga Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Laos guna meminta pertolongan penjemputan. Namun hingga empat bulan ini belum juga berhasil.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved