Ramaikan Iklim Sastra di Palembang, Komunitas Kota Kata Kembali Gelar Diskusi Pasca 2 Tahun Pandemi

Setelah dua tahun mengalami surut kegiatan akibat pandemi, Sabtu (13 Agustus 2022) Komunitas Kota Kata kembali mengadakan kegiatan rutin

Editor: pairat
SRIPOKU.COM/HANDOUT KOTA KATA
Komunitas Kota Kata kembali mengadakan kegiatan rutin mereka di taman kota POM IX depan TVRI Palembang. 

SRIPOKU.COM - Setelah dua tahun mengalami surut kegiatan akibat pandemi, Komunitas Kota Kata kembali mengadakan kegiatan rutin mereka di taman kota POM IX depan TVRI Palembang, Sabtu (13/08/2022).

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi titik yang menandai kembalinya geliat diskusi dalam komunitas sastra yang telah didirikan sejak 2016 lalu ini.

Seperti diskusi-diskusi sebelumnya, mereka membahas dua cerpen. Cerpen pertama adalah cerpen anggota Komunitas Kota Kata itu sendiri dan cerpen kedua merupakan cerpen yang dianggap telah mapan.

Dalam pertemuan mereka yang ke-163 itu, kedua cerpen yang dibahas sama-sama mengangkat tema kekerasan pada perempuan.

Cerpen pertama berjudul Nyaring dan Lengking karya Andika Fahrizal, salah seorang anggota Komunitas Kota Kata. Isinya tentang tokoh aku yang mengalami pemerkosaan di kereta malam.

Baca juga: Cerita Pendek (Cerpen) Kita Minggu Ini: Kurelakan di Kau Pergi Buah Karya Cerpenis Denny Arleo

Cerpen kedua berjudul Metamorfosa Rosa karya Aliurridha. Cerpen tersebut sempat terpilih sebagai salah satu cerpen pilihan Kompas tahun 2021.

Isinya membahas tokoh Rosa yang mengalami pemerkosaan semasa menjadi tenaga kerja di luar negeri hingga akhirnya mengalami gangguan kejiwaan.

Dalam diskusi yang dihadiri oleh lima belas orang tersebut, para peserta diminta untuk memberikan pendapatnya yang berkaitan dengan kelebihan dan kekurangan setiap cerpen.

Terlepas dari dinamika diskusi, sebagian besar peserta diskusi sepakat bahwa tema yang diusung dalam kedua cerpen tersebut merupakan tema yang menarik dan relevan dengan situasi sosial belakangan.

“Ketika diskusi, kami memang mencoba untuk mencari cerpen pendamping yang memiliki tema serupa agar ada benang merah saat melakukan diskusi,” tutur Andika Fahrizal, cerpenis Komunitas Kota Kata yang karyanya kemarin dibahas.

Selain diskusi cerpen, selama bulan Agustus ini Komunitas Kota Kata juga akan melakukan kegiatan sowan sastrawan dan sesi berbagi teori sastra.

Baca juga: Bagaimana Cara Mengubah Cerpen atau Novel Menjadi Sebuah Naskah Drama? Begini Cara dan Penjelasannya

“Kami mencoba melakukan penyegaran kegiatan. Diskusi cerpen tetap jadi prioritas, tapi di bulan ini kami juga akan melaksanakan kunjungan ke rumah salah satu sastrawan Palembang. Selain itu, akan ada juga sesi berbagi teori sastra,” ucap Rizqi Turama, salah satu pendiri Komunitas Kota Kata.

Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan dapat meramaikan iklim sastra di Palembang. Para pegiat Komunitas Kota Kata juga berharap kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan dapat menyebarkan minat pada sastra sehingga masyarakat tidak lagi merasa bahwa sastra merupakan sesuatu yang eksklusif dan susah dimengerti.

Perkembangan dan kegiatan mereka dapat dipantau di instagram dengan nama akun @komunitaskotakata.(REL)

Baca juga: Sebab Cinta, Buku Kumpulan Cerpen Karya Kadek Purnami, Cerpenis Kelahiran Ubud, Diterbitkan Ulang

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved