Ahli Inafis hingga Dokter Forensik Diperiksa Timsus, soal Kasus Kematian Brigadi J
Inafis, laboraturim forensik hingga dokter forensik diperiksa pada Selasa (2/8/2022) terkait kematian Brigadir J.
SRIPOKU.COM - Tim ahli dari Indonesian Automatic Fingerprint Identifiaction System (Inafis), laboratorium forensik, hingga dokter forensik diperiksan Tim khusus untuk mengusut kematian Brigadir J.
Inafis, laboraturim forensik hingga dokter forensik diperiksa pada Selasa (2/8/2022) terkait kematian Brigadir J.
"Saksi-saksi ahli dari laboratorium forensik, Inafis dan dokter forensik," ujar kadiv Humas Polri Irjen Dedi saat dikonfirmasi Rabu (3/8/2022).
Kendati demikian, Dedi belum menyampaikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan kemarin.
"Nanti menunggu info dari Direktur Tindak Pidana Umum dulu," ucap Dedi.
Diberitakan sebelumnya, Brigadir J dikabarkan tewas di rumah Irjen Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 lalu.
Penjelasan awal, polisi menyebutkan bahwa Brigadir J tewas akibat diduga baku tembak dengan Bharada E di rumah Irjen Ferdy Sambo.
Polisi menyampaikan bahwa baku tembak terjadi dipicu dugaan pelecehan Brigadir J kepada istri Irjen Ferdy Sambo, PC.
Selain itu, Brigadir J juga disebut mengancam PC dengan menodongkan pistol.
Tetapi, pihak keluarga Brigadir J merasa ada yang janggal soal penyebab kematian.
Sebab, pihak keluarga menemukan luka selain tembakan di jenazah Brigadir J.
Polri melalui tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat ini sedang melakukan pendalaman untuk mendalami penyebab kematian Brigadir J.
Tim khusus itu juga melibatkan unsur luar Polri, yakni Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Komisi Nasional Kepolisian (Kompolnas).
Artikel ini telah tayang di Kompas.com