Berita Palembang

Virus Omicron Terus Bermutasi, Ahli Mikrobiologi Ungkap Karena Hal Ini

Ahli Mikrobiologi Sumsel, Prof Dr dr Yuwono M Biomed menjelaskan terkait adanya subvarian Virus Omicron

Editor: Odi Aria
kolase/sripoku.com
Ahli Mikrobiologi Sumsel, Prof Yuwono 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ahli Mikrobiologi Sumsel, Prof Dr dr Yuwono M Biomed menjelaskan terkait adanya subvarian Virus Omicron yang baru yaitu BA.2.75, yang baru-baru ini juga ditemukan di Indonesia.

 

"BA itu menunjukkan keluarga besar vairan omicron," kata Prof Yuwono, Rabu (20/7/2022).


Ia pun mencontohkan, seperti tangan awalnya satu kemudian cabangnya bisa lima, dari lima bisa cabang lagi dan seterusnya.

Contoh dulu ada BA1, tapi BA1 tidak terlalu ngetop.

Kemudian muncul BA2 dan BA3, tapi yang ngetop BA2 yang dikenal omicron. 


Lalu dalam perjalanannya juga muncul BA4, BA5 dan itu belum redah, sudah muncul lagi subvarian namanya BA.2.75.

Dengan artian 2 menunjukan kelompok BA2 dan 75 artinya tempat mutasinya diangka-angka tertentu seperti 75 tersebut. 


"Kebetulan pertama diidentifikasi di India, dan sebetulnya ini tidak ada masalah sama dengan BA2 sebelumnya.

Pada prinsipnya suatu mutasi hanya seram, pada saat level virusnya tapi pada saat dimasyarakat hal yang berbeda," katanya


Menurut Profesor Yuwono, BA.2.75 ini sudah dipastikan tidak lebih ganas dari sebelumnya.

Hanya saja waktu BA.2 muncul belum ada yang terpapar omicron, makanya omicron begitu nyebarnya.

Tapi setelah itu mau muncul BA berapapun seperti tidak ada pengaruh.


"Sejauh ini yang terpapar itu hanya ringan-ringan saja, namun memang sensitivitas terhadap vaksinnya menurun.

Kalau dulu sudah pernah saya sampaikan, penurunannya bisa 30 persen," katanya

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved