Virus Corona di Sumsel
KASUS Covid-19 di Sumsel Naik 2 Digit, Ahli Epidemiologi Unsri Ungkap Penyebab & Cara Pencegahannya
Kasus virus corona atau Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) masih fluktuatif, bahkan sempat bertambah dua digit yaitu 17 kasus baru.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kasus virus corona atau Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) masih fluktuatif, bahkan sempat bertambah dua digit yaitu 17 kasus baru.
Terlebih kini ada subvairan omicron yang baru yaitu BA.2.75.
"Memang Sumsel sempet ada penambahan dua digit. Artinya ini salah satu warning untuk semua," kata Ahli Epidemiologi dari Unsri, Iche Andriani Liberty, saat dikonfirmasi, Selasa (19/7/2022).
Menurutnya, terlebih presiden sudah menyampaikan kembali memakai masker di luar ruangan maupun di dalam ruangan.
Selain itu Menkes juga menyatakan adanya varian baru yang sudah masuk di Bali.
"Artinya tetap 3T (Testing, Tracing dan Treatment) harus diterapkan. Lalu booster harus digencarkan dan jadikan syarat administrasi agar masyarakat tergerak untuk vaksin," katanya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kasus Covid-19 di Sumsel Meningkat, Palembang 85 Kasus, Warga Diimbau Segera Vaksin
Menurut Iche, kalau dilihat level asesmen Sumsel masih level satu.
Lalu rawat inap dan kematian juga level satu.
Hanya di kapasitas tracing dan testing yang masih terbatas, tapi kalau treatmentnya memadai.
"Testing dan tracing masih terbatas. Lalu rasio kontak erat dengan kasus per minggu baru 2, yang memadai itu harusnya 14 . Ketika ada satu kasus harus maksimal di tracing. Bisa jadi sedikit yang positif karena terbatasnya tracing, tapi harapannya tidak seperti itu," katanya.
Iche mengatakan, kebanyakan kasus covid-19 ini isolasi mandiri, seperti Palembang rata-rata isolasi mandiri.
Pertanyaannya, apakah patuh menjalankan isolasi mandiri di rumah?
Untuk yang isolasi mandiri diharapkan benar-benar patuh dan kalau selesai koordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat.
"Harapannya segera sehat dan tidak menular kemana-mana. Tetap patuhi protokol kesehatan (prokes) dan tingkatkan imunitas. Kita harus berdampingan dan memikirkan kesehatan," ungkapnya.
Menurut Iche, memang saat ini kegiatan skala besar makin banyak, momentum haji dan lain-lain mau tidak mau harus diperhatikan.