Apa Itu Platform Digital? Beragam Sosial Media Mulai Facebook, Instagram, Twitter, Hingga WhatsApp

Banyak yang mencari tahu apa itu platform digital, karena kabarnya akan ada pemblokiran dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)

Penulis: Melati Putri Arsika | Editor: Sudarwan
kolase/bekasi.tribunnews.com/
Berikut penjelasan tentang apa itu platform digital yang marak dibahas beberapa hari ini. 

Munculnya platform digital tentu tidak terlepas dari proses digitalisasi yang terus berkembang saat ini.

Ada banyak platform digital yang sering kali kita gunakan untuk berkomunikasi, seperti WhatsApp, Instagram, Tiktok, Twitter, Facebook, dan lain sebagainya.

Mereka semua termasuk platform digital yang dianggap Kominfo sebagai PSE asing.

Sebagai PSE asing mereka perlu melakukan pendaftaran menjadi platform digital privat ke Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA).

Selain Facebook, platform META milik Mark Zuckerberg lainnya seperti WhatsApp dan Instagram juga diimbau Kominfo Indonesia.

Berbeda dengan itu, PSE asing terkenal yang sudah melakukan pendafataran antara lain TikTok dan Linktree.

Plastform digital asing harus segera mendaftar atau jika tidak akan diblokir oleh pemerintah Indonesia pada 20 Juli 2022.

Wacana pemblokiran Facebook disampaikan Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo), Dedy Permadi.

Melansir Tribuntimur.com, Dedy Permadi mengatakan PSE asing dapat melakukan pendaftaran secara online melalui Sistem Perizinan Berusaha

Terintegrasi Secara Elektronik Berbasis Risiko Kominfo.

"Setelah melakukan identifikasi, Kominfo akan berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait yang menjadi pengampu sektor tersebut," ujarnya dikutip Sripoku.com, Minggu (17/7/2022).

Sebagai PSE ternama di Indonesia, Facebook dan platform Meta lainnya ditegaskan untuk segera melakukan pendaftaran sebelum 20 Jull 2022."Kami juga berkomunikasi dengan mereka, harapan kami PSE-PSE yang besar itu akan taat kepada peraturan," ucapnya

Hal tersebut menjadi suatu kewajiban yang harus dijalankan kepada pemerintah Indonesia agar mendorong ruang digital yang aman dan sehat.

Selain itu, PSE yang mendaftar Online Single Submission Risk Based Approach akan berguna ketika terjadi permasalahan yang melibatkan hukum.

"Kepatuhan PSE terhadap regulasi di Indonesia bisa dioptimalkan melalui sistem pendaftaran," lanjutnya.

"Kami ingin tahu apakah PSE itu sudah memiliki sistem yang cukup mumpuni untuk melindungi data penggunanya," tambahnya.

Baca juga: MotorkuX, Platform Digital dengan Berbagai Kemudahan di Dealer Sepeda Motor Honda

 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved