Berita Muratara

Macan Tutul Kurus Berjalan Pincang Masuk Kebun Karet Warga di Muratara

Seekor Macan Tutul ditemukan di kebun karet milik warga di di wilayah Tebing Petai di Desa Sukamenang, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas

Editor: Yandi Triansyah
Screnshoot Video di Facebook
Seekor Macan Tutul ditemukan di kebun karet milik warga di di wilayah Tebing Petai di Desa Sukamenang, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel), Minggu (26/6/2022) 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Seekor Macan Tutul ditemukan di kebun karet milik warga di di wilayah Tebing Petai di Desa Sukamenang, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel).

Macan Tutul itu saat ditemui warga dalam kondisi pincang dan kurus.

Penemuan Macan Tutul ini sempat viral dan menghebohkan media sosial.

Kepala Desa Sukamenang, Jamel Yazer dikonfirmasi membenarkan ada warganya yang menemukan binatang berloreng itu di perkebunan karet.

"Iya benar itu di desa kami, antara dusun empat dan dusun lima, nama kawasannya Tebing Petai," kata Jamel dihubungi TribunSumsel.com, Minggu (26/6/2022).

Jamel mengatakan, binatang berloreng itu bukan Harimau seperti yang disebutkan di medsos, tetapi adalah Macan Tutul.

Ia memastikan Macan Tutul itu merupakan binatang liar, bukan hewan peliharaan warga di desanya.

Macan Tutul tersebut ditemukan warga sedang berkeliaran dalam perkebunan karet pada Sabtu (25/6/2022) kemarin.

"Ketemunya itu kemarin, yang menemukannya warga sama petani karet, itu Macan Tutul, bukan Harimau Sumatera," ungkap Jamel.

Ia menambahkan, dari informasi warganya Macan Tutul itu berkeliaran dalam keadaan berjalan pincang.

Dalam video yang beredar juga terlihat tubuhnya agak kurus, dan tak begitu agresif saat didekati warga.

"Kalau kata warga memang agak pincang, kurus. Itulah kalau bisa instansi terkait menolongnya, kasihan, itu makhluk hidup juga, binatang langka juga," ujar Jamel.

Ia sudah mengimbau masyarakatnya untuk tidak menyakiti atau memburu binatang liar itu.

Warga juga diimbau untuk tetap berhati-hati karena walaupun kondisinya pincang, namun Macan Tutul merupakan binatang buas.

"Walau bagaimanapun kondisinya itu kan binatang buas, saya sudah minta warga jangan didekati, jangan diburu, ada instansinya yang lebih tahu menanganinya," kata Jamel.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved