PUNYA Menteri Pendidikan, Lulusan PT Khilafatul Muslimin Bergelar Sarjana, Ijazah Cetak Sendiri

AS juga disebut sebagai Menteri Pendidikan dan penanggung jawab 30 sekolah yang terafiliasi dengan ormas Khilafatul Muslimin.

Tayang:
Editor: Wiedarto
(KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati)
Kantor Khilafatul Muslimin yang dipimpin oleh Abdul Qadir Hasan Baraja di Kota Solo, Jawa Tengah, didatangi kepolisian resort kota (Polresta) Solo untuk melakukan pencopotan plang nama. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA--Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa organisasi masyarakat (ormas) Khilafatul Muslimin memiliki sistem pembelajaran sendiri, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Hal tersebut disampaikan oleh Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi ketika menjelaskan hasil penyelidikan terhadap lembaga pendidikan yang dinaungi Khilafatul Muslimin.
Khilafatul Muslimin ternyata punya menteri pendidikan sendiri hingga bisa mencetak ijazah. Hengki menyebut bahwa perguruan tinggi milik ormas tersebut berlokasi di Lampung dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Siswa yang menamatkan sekolah di institusi pendidikan tersebut akan mendapatkan gelar Sarjana Kekhalifahan Islam (S.KHI), bebernya. "Setelah lulus, para jami'ah atau mahasiswa akan memperoleh gelar S.KHI (Sarjana Kekhalifahan Islam)," ujar Hengki kepada wartawan, Kamis (16/6/2022).


Sementara itu, organisasi ini juga menaungi sebuah pondok pesantren yang berlokasi di Bekasi. Pesantren itu diberi nama Ukhuwah Islamiyah. Sistem pendidikan yang mengusung ideologi khilafah yang diterapkan di sekolah-sekolah itu disusun oleh Ahmad Sobirin alias AS yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin.

AS sendiri kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam sistem pendidikan yang diterapkan di Pesantren Ukhuwah Islamiyah, lama masa pendidikan di setiap jenjang, yakni sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA), dipersingkat, tidak seperti di sekolah pada umumnya.

"Untuk jenjang pendidikan pada marhalah khalifah Utsman bin Affan (UBA) atau setara dengan SD hanya selama tiga tahun, dengan empat mata pelajaran," ujar Hengki kepada wartawan, Kamis (16/6/2022).


Sementara lama masa sekolah di jenjang SMP atau disebut marhalah khalifah Ummar bin Khatab (UBK) adalah dua tahun dengan delapan mata pelajaran. Sedangkan di jenjang SMA yang diistilahkan dengan sebutan Abu Bakar Ash Sidiq (ABA), para siswa hanya menempuh pendidikan selama dua tahun dengan 11 mata pelajaran.

"Untuk pendidikan pada jami'ah Ali bin Abi Thalib (AAT), setara perguruan tinggi atau universitas yang ada di Margodadi, Lampung dan NTB, pola pengajaran selama tiga tahun," ungkap Hengki.

Kelompok Khilafatul Muslimin pun mencetak sendiri ijazah atau bukti kelulusan siswa dan mahasiswanya yang hanya berlaku secara internal. Untuk diketahui, aparat kepolisian masih terus menyelidiki Ormas Khilafatul Muslimin. Sejumlah petinggi kelompok penyebar ideologi khilafah ini pun telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Satu di antaranya adalah pendiri sekaligus pemimpin tertinggi Khilafatul Muslimin, yakni Abdul Qadir Hasan Baraja. Dia ditangkap pada Selasa (7/6/2022) di Bandar Lampung. Penangkapan ini bermula ketika anggota Khilafatul Muslimin melakukan konvoi di wilayah Cawang, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Video peristiwa tersebut sempat viral di media sosial. Dalam video itu tampak para peserta konvoi terdiri dari orang dewasa hingga anak-anak yang mengenakan pakaian bernuansa warna hijau. Beberapa di antaranya tampak mengibarkan bendera dan membawa poster bertuliskan "Sambut kebangkitan Khilafah Islamiyyah".

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, polisi menangkap lagi empat orang berinisial AA, IN, FA, dan SW, yang menjadi tokoh sentral dalam pergerakan ormas Khilafatul Muslimin. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menuturkan, keempat orang itu ditangkap dari berbagai lokasi di Indonesia pada Sabtu (11/6/2022).

"Yang pertama AA, ini ditangkap di Bandar Lampung, perannya sebagai sekretaris daripada Khilafatul Muslimin yang menjalankan operasional dan keuangan organisasi," tutur Zulpan.


Selain AA, polisi juga menangkap IN yang disebut berperan sebagai penyebar doktrin melalui sistem dan pelatihan ormas Khilafatul Muslimin. "Kemudian yang ketiga F, ditangkap di Medan. Ini perannya sebagai penanggung jawab keuangan dan pengumpul dana dari Khilafatul Muslimin," imbuh Zulpan.

"Yang keempat, SW, kita tangkap di Kota Bekasi. Ini merupakan perannya sebagai pendiri Khilafatul Muslimin bersama dengan pimpinan tertinggi mereka," kata dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved