Berita Advertorial
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muaraenim Gelar Kampanye Anti Korupsi
Untuk mencegah,mengantisipasi dan mengedukasi masyarakat terkait bahayanya Korupsi, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muaraenim
SRIPOKU.COM, MUARAENIM- Untuk mencegah,mengantisipasi dan mengedukasi masyarakat terkait bahayanya Korupsi, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muaraenim menggelar Kampanye Anti Korupsi bersama LKP Zakiyah Muaraenim,Selasa,(14/5/2022).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muaraenim,Ruszian Dedy,Kepala Bidang Umum dan SDM,Rudi Wijayanto ,Pimpinan LPK Zakiyah Muaraenim,Hasan Sazili,dan Puluhan peserta yang merupakan siswa dari LPK Zakiyah Muaraenim.
Seperti yang dikatakan oleh Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muaraenim,Ruszian Dedy mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan penjelasan kepada generasi millenial yang berada di Kabipaten Muaraenim dalam Hal ini siswa LKP/LPK Zakiyah untuk paham dan ikut mengkampanyekan gerakan anti korupsi sejak dini.
" Korupsi itu berbahaya,Dapat menimbulkan kekacauan bagi masyarakat dan individu, kepribadian anti sosial bagi generasi muda, ketidakpercayaan pada pemerintah, menghambat pertumbuhan perekonomian bangsa dan merusak tatanan birokrasi,"jelasnya.
Selain itu,lanjutnya kegiatan tersebut sebagai upaya pencegahan dan antisipasi terjadinya korupsi yang sangat diperlukan.
" Komitmen tersebut harus diaktualisasikan dalam bentuk strategi yang komprehensif untuk meminimalisasi tindak korupsi. Salah satu strategi preventive yang dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan adalah “Kampanye Anti Korupsi”, yaitu untuk menciptakan nilai atau value budaya anti korupsi bagi seluruh elemen masyarakat secara nasional,jadi
Katakan tidak, dan lawan korupsi," katanya.
Sementara itu menurut Pimpinan LKP Zakiyah,Hasan Sazili saat mengisi materi mengatakan bahwa Korupsi terjadi dikarenakan ada beberapa faktor diantaranya untuk memenuhi kebutuhan,keserakahan,kesempatan dan tekanan.
" Kebutuhan itu karena orang tersebut ingin memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam Hidupnya dimana Hal tersebut tidak cukup terpenuhi dengan gajinya, kemudian ditambah dengan adanya Sifat serakah dari manusia yang menginginkan kehidupan yang berlebihan atau mewah namun tidak tercukupi dengan gajinya tadi,"jelasnya.
Selain itu lanjutnya Korupsi bisa terjadi karena adanya pertemuan niat dan kesempatan.
" Ditambah lagi karena adanya tekanan-tekanan yang mendorong seseorang akhirnya melakukan tindakan korupsi," katanya.
Untuk itu tambahnya berbagai upaya bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya korupsi.
" Dengan tindakan represif dengan cara melaporkan ke KPK atau afgakum jika melihat atau tahu adanya tindak korupsi, kemudian dengan cara perbaikan sistem misal membangun zona integritas,memantau pelayanan publik,melaporkan ke LHKPN,Melaporkan Gratifikasi, serta tidak memberikan uang pelicin kepada petugas sehingga tidak membuka kesempatan untuk terjadinya tindak korupsi,Kemudian mengembangkan sistem pendidikan anti korupsi serta membuat kegiatan kampanye anti korupsi seperti yang saat ini sedang kita lakukan," pungkasnya.