Berita Viral

PASANG Badan Bela Calon Bintara Gagal, Hillary Brigitta Ungkap Alasan: Second Opinion!

Kisah Fahrifadillah Nur Rizky yang mengadu namanya dicoret dan digantikan oleh orang lain, saat mengikuti proses seleksi pendidikan Bintara Polri

Tayang:
Penulis: Rahmaliyah | Editor: pairat
Instagram
Hillary Brigitta yang mengunggah hasil tes Fahri Calon Bintara yang gagal karena disebut Buta Warna 

Dari hasil Ranking 35/1200 menurutnya, Fahri membuktikan sebenarnya sangat capable, dan secara logika. 

 

"Argumentasi dimana ada dugaan menghafal jawaban test itu agak kurang bisa diterima, karena saya yakin test kesehatan mata ada standarisasi tertentu yg tidak akan semudah itu dihafal, " Tambahnya

 

Apabila dugaan menghafal jawaban test tidak dapat dibuktikan beyond reasonable doubt, seharusnya tidak itu tidak merubah nasib seseorang.

 

Hillary Brigitta menjelaskan terkait dengan tidak lulus karena buta warna di tahun sebelumnya, Fahri mampu membuktikan bahwa ia menjalani terapi buta warna di area jogjakarta yang reviewnya di google saja sangat bagus, dan banyak yang setelah terapi terbukti lolos menjadi anggota tni dan polri bahkan “alumni”tempat terapi buta warna tersebut ada yang menjadi penembak jitu.

 

"Ini alasan kenapa saya masih memperjuangkan Fahri. Saya rasa apabila benar buta warna, dan memang tidak layak menjadi anggota polri, ia sejak awal pasti sudah tidak lolos. Fahri juga lolos supervisi mabes polri yang sudah dilakukan sebelum kelulusan, " Tegasnya

 

Dijelaskan nya Logika hukumnya, Test kesehatan atau test apapun yang krusial dan menjadi poin penentu kelulusan seharusnya di awal dan sebelum pengumuman kelulusan. Apabila suatu aturan atau kebijakan baru bisa membatalkan kelulusan dgn berlaku surut, secara hukum tidak dapat dibenarkan.

 

"Alasan lain adalah fahri sudah lulus di beberapa sekolah kedinasan lain yang sebenarnya bisa ia ambil karena ia berprestasi. Dan saya masih sangat berharap sekiranya dapat memohon kebijakan dari Pak Kapolri untuk mempertimbangkan second opinion ini, sehingga jajaran Polda punya landasan untuk mengambil kebijakan," Jelasnya. 

 

"Karena menurut info, supervisi dilakukan oleh mabes polri. Ia sempat lolos juga di sekolah kedinasan lain, tapi karena mimpinya menjadi anggota polri akhirnya terwujud, pada tahun itu ia memilih tidak melanjutkan ke sekolah kedinasan tersebut, " Tambahnya. 

Baca juga: Ditolak Mentah-mentah, Jenderal Dudung Tidak Akan Kirim Ajudan untuk Hillary Lasut

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved