Ada 118.237 Dosis Vaksin di Sumsel Terbuang Sia-sia, Dinkes Sumsel Ungkap Peyebabnya

Stok vaksin di Sumsel masih aman karena masih ada 481.366 dosis, untuk capaian vaksinasi di Sumsel sudah 83,43 persen untuk dosis pertama

Editor: adi kurniawan
(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan banyaknya vaksin Covid-19 yang kadaluarsa atau expired di Indonesia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel Ferry Yanuar mengatakan, untuk di Sumatera Selatan (Sumsel) ada 118.237 dosis vaksin yang terbuang, karena expired.

"Ada 118.237 dosis vaksin yang terbuang ini terdiri dari 18.335 dosis vaksin Sinovac, 17.500 dosis vaksin Astrazeneca, 11.656 dosis vaksin moderna, 63.036 vaksin Pfizer dan 7.710 dosis vaksin Covovax," kata Ferry, Rabu (1/6/2022)

Menurutnya, dari total 11.916.624 dosis vaksin yang diterima di Sumsel, 11.365.115 dosis nya sudah terpakai dan 118.237 dosisnya terbuang dan 481.366 dosis masih ada atau stok vaksin yang ada di Sumsel saat ini.

"Untuk stok vaksin di Sumsel masih aman karena masih ada 481.366 dosis, untuk capaian vaksinasi di Sumsel sudah 83,43 persen untuk dosis pertama dari target 7,2 juta," katanya

Lalu untuk capaian vaksinasi dosis kedua sudah 66,47 persen dan capaian dosis ketiga atau booster baru 14,29 persen.

Sementara itu Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Yusri menambahkan, bagi yang belum lengkap vaksinasinya sampai booster dimohon untuk segera melengkapi.


"Vaksin ini selain untuk meningkatkan imun juga melengkapi status vaksinasi. Jangan sampai suatu saat jadi persyaratan administrasi, sehingga bisa menghambat aktivitas atau pekerjaan Anda," pesannya

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved