Berita Muaraenim

Harga Sawit di Muara Enim Anjlok Pasca Lebaran, Berikut Harga per Kilonya

Para petani Sawit di Kabupaten Muara Enim kembali mengeluh dengan anloknya harga buah sawit, Kamis (12/5/2022).

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Ardani Zuhri
Tampak petani memanen sawit meski harga mengalami penurunan. 

 

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM---Para petani Sawit di Kabupaten Muara Enim kembali mengeluh dengan anloknya harga buah sawit, Kamis (12/5/2022).

 

Pasalnya, harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani di Kabupaten Kabupaten Muara Enim dari Rp 2.600 per kg turun menjadi Rp 2.150 per kg, sehingga akan berdampak terhadap perekonomian mereka.

 

“Sudah harga turun, hasil panen TBS saat ini pun menurun.

 

Dari bisanya sekitar 700-800 kg per hektar, saat ini hasil panen masyarakat petani kalau dikumulatifkan sebagian besar hanya sekitar 300-500 kg per hektar,” kata salah satu petani Sawit Makmur, Maryanto.

Dengan turunnya harga TBS kelapa sawit tersebut, Makmur meminta kepada pemerintah dan pihak terkait untuk bisa mendongkrak kembali harga TBS sehingga perekonomian para petani Sawit kembali normal dan bergairah kembali. 

 


"Di Gunung Megang harga TBS masih Rp 2.150 per kg ditingkat petani, semalam turun menjadi Rp 2.140 per kg,” katanya.

 


Lanjutnya, harapan harga TBS dapat segera membaik agar petani kelapa sawit di wilayah Gunung Megang  bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

 

Sebab jika dibandingkan dengan harga pupuk M

NPK Pusri, jelas tidak sebanding karena saat ini harga pupuk Rp 550 ribu per sak.

 

Sedangkan harga TBS Rp 2.150 per kg sehingga kebutuhan pupuk dengan hasil penjualan sawit tidak menutupi.

 


"Kalau sawit mau berbuah lebat dan berkualitas harus di pupuk, jika tidak di pupuk hasilnya tidak maksimal seadanya saja,"katanya. 

 

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved