Ramadan 2022

Bolehkah Makan di Waktu Adzan Subuh Saat Bulan Puasa Ramadan? Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Saat adzan berkumandang biasanya ada saja orang yang masih mengunyah makanan, lantas bolehkah makannya diteruskan? Begini penjelasan Ustaz Abdul Somad

Penulis: Tria Agustina | Editor: Sudarwan
Instagram
Ustaz Abdul Somad menjelaskan hukumnya makan saat adzan subuh berkumandang di bulan puasa ramadan 

SRIPOKU.COM - Apakah boleh makan ketika adzan subuh sudah berkumandang saat bulan puasa? Berikut ini penjelasan Ustaz Abdul Somad.

Bulan Ramadhan sudah dimulai dengan melaksanakan sholat tarawih dan witir di malam harinya.

Maka suasana bulan puasa yang akan dijalani selama sebulan penuh sangat terasa saat ini.

Umat muslim pun berlomba-lomba mempersiapkan amal dan ibadah terbaiknya selama bulan Ramadhan ini.

Pasalnya Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah yang disediakan oleh Allah Ta'ala bagi hambaNya.

Puasa di bulan Ramadhan tak lengkap rasanya apabila tidak diawali dengan santap sahur.

Makan sahur ini sangat dianjurkan lantaran memiliki keutamaan di baliknya.

Namun, tak semua orang memanfaatkan waktu sahur ini dengan sebaik mungkin.

Bahkan ada sebagian orang yang justru kesiangan bangun sahur dan makan hingga adzan berkumandang.

Lantas, bolehkan tetap meneruskan makan ketika adzan telah berkumandang?

Berikut ini penjelasan Ustaz Abdul Somad selengkapnya yang dibagikan melalui laman Instagram @ustadzabdulsomad_official.

Baca juga: JARANG Disadari, Inilah 7 Amalan Sunnah yang Dianjurkan Nabi ketika Berpuasa, Akhirkan Makan Sahur

"Mau tanya ustaz, ini kan bulan Ramadhan, lagi sahur nih ana, makanan masih di mulut, tiba-tiba udah jatuh imsak dan nggak berapa lam udah langsung adzan, sedangkan makanan masih di mulut ustaz, kira-kira makanannya harus dibuang apa bagaimana ya ustaz?" tanya seorang jemaah.

Menanggapi hal tersebut, Ustaz Abdul Somad pun mengurai mengenai kegunaan imsak saat makan sahur untuk berpuasa.

"Itulah gunanya imsak, pas sedang makan. Di Maroko tak ada imsak, rupanya imsak itu cuma adanya di mazhab Syafi'i, Maroko mazhabnya Maliki tak ada, jadi kami makan aja, makan, makan," jelas Ustaz Abdul Somad.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved