Berita Muratara
Pertalite Kosong Premium Hilang, Warga di Muratara Terpaksa Beli Pertamax
"Pertalite kosong, premium sudah lama hilang, jadi mau tidak mau beli pertamax, baru naik pula, makin susah hidup sekarang,"
SRIPOKU.COM, MURATARA - Warga di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) terpaksa membeli bahan bakar minyak (BBM) Pertamax, Jumat (1/3/2022).
Hal tersebut membuat para pengendara terpaksa membeli BBM jenis Pertamax yang baru saja naik per 1 April 2022 ini.
Sementara BBM jenis Premium yang relatif lebih murah kini sudah tak tersedia lagi di SPBU Rupit ini.
"Pertalite kosong, premium sudah lama hilang, jadi mau tidak mau beli pertamax, baru naik pula, makin susah hidup sekarang," kata Rohim, pembeli BBM dijumpai di SPBU Rupit.
Sebagai tukang ojek, ia mengaku merasa keberatan dengan kenaikan harga Pertamax, terlebih di saat Pertalite sering kosong.
Sementara dirinya tidak tega menaikkan ongkos ojek kepada pengguna jasanya.
"Anak-anak sekolah tidak mau naik ongkosnya, orang-orang umum kadang kata kita tiga ribu, bayar cuma dua ribu, jadi susah kita," katanya.
Pengawas SPBU Rupit, Hamka membenarkan BBM jenis Pertalite sedang kosong sehingga pihaknya hanya menjual Pertamax yang baru saja naik.
"Pertalite kita malam ini atau besok masuk, hari ini kita jual Pertamax, pembeli memang agak sedikit hari ini, Pertamax naik," katanya.
Hamka mengungkapkan kenaikan harga BBM non subsidi jenis Pertamax berlaku per hari ini, Jumat (1/4/2022).
Harga Pertamax naik menjadi Rp 12.750 per liter dari sebelumnya Rp 9.200 per liter.
Sementara harga Pertalite turun dari Rp 7.850 per liter kini menjadi Rp 7.650 per liter.
"Pertamax naik, Pertalite justru turun, kalau Premium sudah lama tidak masuk lagi ke SPBU kami," kata Hamka.
Untuk diketahui, ada empat jenis BBM yang dijual di SPBU yang berada di ibukota Muara Rupit ini, yaitu Pertamax, Pertalite, Dexlite, dan Biosolar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Warga-terpaksa-pertamax.jpg)