Cara Tiga Wanita di Banyuasin Tipu Pasien yang Kepingin Hamil, Kok Bisa Test Pack Garis Dua?
Tiga wanita ditangkap karena membuka pengobatan palsu. Mereka bisa meyakimkan pasien hamil.
Tetapi, saat alat tes kehamilan mau dicelupkan, saya tidak melakukannya di depan pasien.
Alat tes kehamilan itu, saya celupkan ke urine yang sudah saya siapkan. Bukan di urine milik pasien," katanya.
Menurut Teteh, urine yang sudah disiapkannya diperoleh dari seorang wanita yang sudah hamil.
Urine itu, sengaja ia minta dan disimpan.
Sehingga, ketika akan digunakan ia menggunakan urine yang telah disiapkan dan bukan urine milik pasien.
Sedangkan pelaku Mariah, diberi tugas untuk memastikan agar pasien lebih yakin lagi ketika menjalani pengobatan.
Berbagai bahan untuk pengobatan diserahkan kepada Mariah, sebagai asistennya.
Mariah juga, diminta untuk mematok harga bila Teteh lupa meminta mahar kepada korban apabila korban sudah dinyatakan hamil.
"Saya meyakinkan korban, makan garam, bunga dan bawa air putih.
Saat korban datang, yakin kalau memang korban bisa hamil dari pengobatan yang kami lakukan," katanya.
Pelaku Dwi yang sebetulnya merupakan perawatan, ditugaskan untuk menjadi seorang bidan.
Dwi ditugaskan, memeriksa korban setelah dinyatakan hamil dari Teteh.
Hal ini, agar korba lebih yakin dengan memeriksa secara medis menggunakan alat detak jantung dan pemeriksa medis lainnya.
"Saya cuma diminta periksa. Kalau sudah dibilang hamil, biar yakin lagi saya yang memeriksanya.
Jadi, korban memang benar-benar percaya kalau hamil," katanya singkat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Cepat-hamil.jpg)