Bripka Asep Anggota Brimob Ditemukan Tak Bernyawa di Mess PT Tempirai Palm Resources OKI

Dia merupakan salah seorang petugas keamanan internal PT Tempirai Palm Resources (TPR). Saat ditemukan sudah tak bernyawa.

Editor: Refly Permana
tribunsumsel.com/nando
RSUD Kayuagung. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Bripka Asep ditemukan tak bernyawa, Senin (28/3/2022) siang.

Dia merupakan salah seorang petugas keamanan internal PT Tempirai Palm Resources (TPR).

Ia meninggal diduga karena penyakit jantung.

Petugas pengamanan tersebut ditemukan meninggal tergeletak di mess (rumah dinas) yang berada di dalam area perusahaan di Desa Cinta Jaya, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Saat ditemui di RSUD Kayuagung, Pimpinan perusahaan (Manager) PT. Tempirai Palm Resources (TPR), Donni Andrianto mengatakan bahwa korban sudah tiga tahun terakhir bekerja di perusahaannya.

"Iya korban ini ngepam (petugas pengamanan) di sini sudah 3 tahun terakhir," ujarnya di hadapan awak media.

Menurutnya, selama ini korban tidak pernah ada keluhan mengidap suatu penyakit tertentu dan terlihat sehat.

"Tadi kejadian sekitar jam 10.30 WIB, tadi pagi yang bersangkutan ini masih ketemu dengan saya dan sempat mengobrol juga dan kelihatannya sehat tidak ada tanda-tanda sedang sakit, 

Tidak berselang lama, Donny mendapat informasi jika Asep ijin pulang ke mess karena merasa tidak enak badan.

"Tadi ceritanya ada pegawai dapur yang akan mengantarkan bajunya yang baru selesai dicuci.

Saat memasuki kamar, ternyata pak Asep ini sudah tergeletak di lantai kamar dan meninggal dunia," ungkap dia.

Hasil dari pemeriksaan pihak RSUD Kayuagung, jika yang bersangkutan terkena serangan jantung.

"Iya dia ini anggota Brimob kompi C dan dari hasil pemeriksaan diduga terkena serangan jantung," bebernya.

Dikatakan lebih lanjut, jenazah saat ini telah dibawa ke rumah duka di Desa Indralaya Raya, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

"Infonya besok akan dimakamkan karena masih menunggu keluarga dari Banten," sebut Donni.

Sementara itu, salah satu dokter yang menangani pasien. Membenarkan jika korban meninggal akibat serangan jantung.

"Iya benar hasil pemeriksaan menunjukkan jika korban terkena serangan jantung," ujar dokter yang enggan menyebutkan nama.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved