Program PLN Dorong Konversi Kompor LPG ke Kompor Induksi untuk Wujudkan Net Zero Emission 2060

Pemerintah telah menargetkan netralisasi karbon atau yang disebut dengan Net Zero Emission (NZE) selambat-lambatnya pada tahun 2060 sebagai upaya untu

Editor: bodok
SRIPOKU.COM/humas pln
Program PLN Nyaman Pakai Kompor Induksi Dorong Konversi Kompor LPG ke Kompor Induksi untuk Wujudkan Net Zero Emission 2060 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pemerintah telah menargetkan netralisasi karbon atau yang disebut dengan Net Zero Emission (NZE) selambat-lambatnya pada tahun 2060 sebagai upaya untuk mengendalikan ketersediaan bahan bakar fosil yang menipis di tengah permintaan yang terus meningkat.

Salah satu program yang akan dijalankan untuk mendorong NZE adalah transisi energi sesuai arahan Presiden Joko Widodo kepada jajaran direksi dan komisaris PLN melalui penggunaan kompor induksi dan kendaraan listrik.

Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, langkah tersebut juga diambil untuk mendukung upaya pemerintah dalam membangun kemandirian energi dan menghemat anggaran pendapatan belanja negara (APBN).

PLN berupaya untuk mendorong konversi kompor LPG ke kompor induksi melalui Promo
PLN berupaya untuk mendorong konversi kompor LPG ke kompor induksi melalui Promo “Nyaman Pakai Kompor Induksi”. Dan ibu-ibu lomba memasak dengan menggunakan kompor induksi

Saat ini, impor LPG terus naik seiring dengan meningkatnya konsumsi masyarakat.

Mengatasi hal tersebut, PLN berupaya untuk mendorong konversi kompor LPG ke kompor induksi melalui Promo “Nyaman Pakai Kompor Induksi”.

Dengan beralih ke kompor induksi, ketergantungan terhadap impor LPG akan berkurang secara bertahap sehingga dapat mendorong upaya mewujudkan NZE dan kemandirian energi. 

Terdapat beberapa kelebihan yang bisa dijadikan referensi mengapa masyarakat harus beralih dari kompor LPG ke kompor induksi.

Pertama, memasak dengan kompor induksi lebih aman karena tidak memiliki nyala api terbuka.

Hal ini tentunya dapat mencegah sambaran api yang bisa menimbulkan kebakaran.

Ibu-ibu mendukung program PLN menggunakan kompor induksi
Ibu-ibu mendukung program PLN menggunakan kompor induksi

Kedua, memasak dengan kompor induksi bisa lebih cepat dan hemat karena panas yang dihasilkan oleh kompor merata.

Ketika panci diangkat, panas dari kompor induksi akan berkurang sehingga energi panas tidak terbuang begitu saja.

Memasak 1 liter air dengan kompor induksi 1.200 watt hanya memerlukan biaya Rp158.

Sedangkan ketika menggunakan kompor LPG 12 kg, biaya yang harus dikeluarkan sekitar Rp 176.

Ketiga, penggunaan kompor induksi tidak menimbulkan asap akibat api atau pembakaran LPG sehingga lebih ramah lingkungan.

Keempat, kompor induksi memiliki bentuk yang elegan dengan permukaan kaca dan mudah dibersihkan sehingga dapur dapat tampak lebih bersih dan rapi.

Untuk mendukung konversi kompor LPG ke kompor induksi sebagai upaya mewujudkan NZE, PLN kini memperpanjang promo “Nyaman Pakai Kompor Induksi” yang bisa dinikmati masyarakat sampai dengan 31 Desember 2022.

Dalam program Nyaman Kompor Induksi ini, pelanggan tegangan rendah 1 phasa cukup membayar Rp 150 ribu untuk melakukan tambah daya mulai dari 2.200 VA-11.000 VA melalui aplikasi PLN Mobile.

Padahal biasanya, pelanggan harus merogoh kocek sekitar Rp 1 juta - Rp 4 juta untuk tambahan daya sampai 11.000 VA.

Untuk mendapatkan voucer tambah daya tersebut, pelanggan peminat kompor induksi dapat membeli kompor induksi melalui e-commarce seperti tokopedia dan toko offline yang sudah bekerjasama dengan PLN.

Setelah melakukan transaksi, pelanggan dapat menggunakan kupon tadi untuk pembayaran tambah daya.

General Manager PLN UIW S2JB Bambang Dwiyanto, menerangkan bahwa selain untuk mendukung NZE, promo ini diberikan sebagai apresiasi kepada pelanggan peminat kompor induksi.

“Harga special tambah daya ini diberikan bagi pengguna kompor induksi sebagai apresiasi dari PLN kepada pelanggan karena telah ikut serta mendukung program pemerintah dalam upaya mewujudkan NZE dan mendorong transisi energi,” tandas Bambang.

 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved