IMA Dukung Pemulihan Pariwisata Bali, Adakan Diskusi Publik

Sebagai bentuk peran aktif meningkatkan kualitas profesi pemasaran Indonesia, Indonesia Marketing Association (IMA) kembali menghadirkan diskusi publi

Editor: bodok
SRIPOKU.COM/Handout IMA
Foto dari kiri, Co-Founder IMA Hermawan Kartajaya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno (foto kanan), dan President IMA periode 2021-2023 Suparno Djasmin (foto bagian bawah), ketika mengikuti diskusi publik yang digelar secara virtual pada Selasa 15 Maret 2022, yang diikuti lebih dari 1.000 peserta dengan mengusung tema “Bali Kembali Ke Masa Depan: From Pandemic to Endemic in Hospitality Industry”. Hadir juga Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ac 

"Bali Kembali Ke Masa Depan: From Pandemic to Endemic in Hospitality Industry”

● Seiring dengan semakin menurunnya penyebaran virus COVID-19, industri pariwisata di Indonesia, khususnya Bali, pun kembali bangkit

● Pemulihan industri pariwisata perlu didukung oleh berbagai pihak mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat

● IMA mendukung pemulihan pariwisata Bali melalui kegiatan diskusi publik dengan berbagai tokoh publik

SRIPOKU.COM, JAKARTA-- Sebagai bentuk peran aktif meningkatkan kualitas profesi pemasaran Indonesia, Indonesia Marketing Association (IMA) kembali menghadirkan diskusi publik yang digelar secara virtual pada Selasa 15 Maret 2022, yang diikuti lebih dari 1.000 peserta dengan mengusung tema “Bali Kembali Ke Masa Depan: From Pandemic to Endemic in Hospitality Industry”.

Topik diskusi ini diangkat dalam rangka mendukung membaiknya industri pariwisata Bali.

Di dalam sambutannya, Suparno Djasmin selaku President IMA periode 2021-2023 menyampaikan, peranan IMA dalam mendukung pemulihan sektor ekonomi pariwisata di Bali dengan berjalannya diskusi publik kali ini.

“Bali dalam konteks marketing merupakan suatu brand. Kami di IMA ingin turut berperan dalam melestarikan “brand” Bali ini dengan pengetahuan, keahlian dan jaringan yang dimiliki para anggota IMA di momentum recovery Bali,” kata Suparno.

“Kami pun yakin bahwa melalui kegiatan kegiatan diskusi publik yang kita lakukan hari ini, seluruh elemen masyarakat dan media akan semakin terekspos tentang kesiapan Bali, untuk kembali menjadi tujuan utama destinasi bagi wisatawan mancanegara dan domestik,” tuturnya.

Sebelum pandemi COVID-19, sektor pariwisata berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 4,97 persen pada 2019, namun menurun menjadi 4,2 persen pada 2021.

Di tahun 2019, pariwisata Bali mampu menyumbang devisa sebesar Rp 89 Triliun atau sebesar 30 persen dari devisa pariwisata di Indonesia.

Hal ini diakibatkan oleh penurunan jumlah wisatawan mancanegara ke Bali dari 6,2 juta pada tahun 2019, menjadi 1 juta pada 2020, dan masih sangat rendah di 2021.

Sejak menurunnya kasus angka COVID-19, Bali siap menyambut kembali kegiatan pariwisata yang menjadi pemasok utama perekonomian mereka.

Tidak hanya diberlakukan bagi wisatawan domestik, pariwisata internasional juga kembali dibuka mengingat sudah ada beberapa kegiatan internasional yang akan berlangsung di Bali dan dihadiri oleh berbagai negara seperti misalkan penyelenggaran Forum G-20.

Pemberlakukan kebijakan tanpa karantina dan Visa on arrival (VoA) bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali juga menjadi bukti awal yang baik bagi pulihnya industri pariwisata.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved