'Sudah Steril' Aktivitas Pertambangan hingga Destinasi Bunker Ditutup Pasca Awan Panas Merapi

Selain itu, jalan menuju destinasi wisata Bunker Kaliadem Cangkringan juga ditutup.

Editor: Yandi Triansyah
(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar terlihat dari Dusun Turgo, Desa Purwobinangun, Kabupaten Sleman, Kamis (30/12/2021). Menurut data BPPTKG periode pengamatan Senin (3/1) pukul 00:24 WIB dan Selasa (4/1) pukul 00:00-06:00 WIB secara visual Gunung Merapi teramati 32 kali mengeluarkan guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.800 m ke arah barat daya.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG) 

SRIPOKU.COM - Aktivitas penambangan pasir ditutup sementara pasca serangkaian awan panas guguran di Gunung Merapi.

Selain itu, jalan menuju destinasi wisata Bunker Kaliadem Cangkringan juga ditutup.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan, Kamis (10/3/2022).

Menurut dia, akses penambangan sementara ditutup.

"Sementara untuk penambangan ditutup," ujarnya.

GUNUNG Merapi Erupsi, Warga Panik Berlarian Kini Sungai Tertutup Lahar Panas, Begini Situasinya

Makwan menyampaikan, akses jalan menuju area pertambangan pasir di sungai yang berhulu di Gunung Merapi sudah ditutup.

"Alat berat sudah steril, turun semua, jalan akses ke area tambang sudah ditutup," ungkap dia.

Selain itu, destinasi wisata Bunker Kaliadem yang berada di Kepuharjo, Cangkringan, Sleman untuk sementara ditutup.

"Termasuk untuk akses ke bunker juga sudah ditutup dari Kepuharjo, maupun dari Ngrangkah dari Umbulharjo," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya Gunung Merapi pada Rabu (9/3/2022) malam mengeluarkan lima kali awan panas guguran.
Jarak luncur awan panas guguran sejauh kurang lebih 5 kilometer.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved