DLH Ogan Ilir Minta Warga Bikin Laporan Langsung, Soal Anak Sungai Ogan Tercemar
"Kabar pencemaran sungai di Pemulutan, kami belum terima laporan warga. Justru dapat info dari rekan media," kata Kepala DLH Ogan Ilir.
Penulis: Agung
SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ogan Ilir menunggu laporan resmi dari warga terkait pencemaran sungai di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan.
Kepala DLH Ogan Ilir, M. Husni Thamrin, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan tersebut.
"Kabar pencemaran sungai di Pemulutan, kami belum terima laporan warga. Justru dapat info dari rekan media," kata Husni kepada wartawan, Jumat (4/3/2022).
Husni meminta kepada warga yang merasa terdampak pencemaran lingkungan untuk melapor agar dapat ditindaklanjuti.
"Laporan ini perlu. Silakan warga didampingi perangkat desa setempat atau camat melapor ke DLH, maka baru dapat kami respon dan tindaklanjuti," terang Husni.
Dilanjutkannya, dengan adanya laporan, maka DLH dapat melapor ke Sekretaris Daerah dan Bupati Ogan Ilir.
"Atau misalnya warga langsung ke Sekda dan kami (DLH) dipanggil oleh pimpinan, itu bagus juga. Karena pekerjaan kami harus diketahui juga oleh pimpinan," jelas Husni.
Dia juga menyinggung perihal perusahaan yang dituding membuang limbah ke anak Sungai Ogan tersebut.
Menurut Husni, setelah menerima laporan, maka tak bisa seketika menuding pihak-pihak tertentu sebagai biang kerok pencemaran.
"Kita harus bentuk tim dulu, ditelusuri alur sungai dan penyebab pencemaran. Apakah benar dari perusahaan atau ada faktor lain, makanya kami tunggu laporan dan keterangan dari masyarakat," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, masyarakat Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir, mengeluhkan sumber air yang tercemar.
Menurut warga, air tercemar oleh limbah pengolahan sawah milik perusahaan produksi beras di Pemulutan.
Akibat pencemaran limbah itu, membuat anak Sungai Ogan yang menjadi kebutuhan warga setempat menjadi berbau, berwarna pekat dan berminyak.
"Kondisi ini sudah terjadi kurang lebih satu tahun terakhir. Awalnya airnya itu berminyak, warnanya coklat pekat dan baunya tidak enak. Ini karena limbah sawah itu kan ada pupuknya," kata Muhammad Pakir, warga desa setempat, Rabu (2/3/2022) lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sungai-ogan-tercemar.jpg)