Saran Pengamat Akan Maraknya Badut dan Manusia Silver di Kawasan Lampu Merah Palembang
Masih marak keberadaan badut dan manusia silver di lampu merah kota Palembang. Ini saran pengamat.
Penulis: Oki Pramadani | Editor: Refly Permana
Laporan wartawan Sripoku.com, Oki
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pengemis dengan menggunakan kostum badut dan mengecat tubuh berwarna silver masih marak ditemui disetiap lampu merah di Kota Palembang.
Bahkan tidak sedikit bagi mereka yang memajang tulisan agar membuat orang semakin merasa empati dengan mereka.
Menanggapi hal itu, Pengamat Sosial sekaligus Dosen Univerisitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Profesor Abdullah Idi mengungkapkan, penyebab semakin maraknya badut jalanan saat ini karena faktor ekonomi yang semakin sulit.
"Pada intinya mereka ini merupakan orang-orang yang tidak beruntung dalam segi ekonomi serta mereka membutuhkan bantuan," jelasnya, Jumat (25/2/2022).
Ia menjelaskan, Agar hal ini tidak semakin berlarut, peran dari pemerintah khususnya dinas sosial sangatlah penting dalam mengatasi masalah badut jalanan yang semakin marak di Kota Palembang.
"Karena mereka ini sebagian besar masih usia produktif, oleh sebab itu haruslah ada peran dari pemerintah agar badut jalanan yang meminta-minta dilampu merah tidak berlarut-larut," ungkap Prof Idi.
Maraknya manusia silver, pengemis, dan saat ini badut merupakan sebuah bentuk kemiskinan di kota.
Meskipun bisa saja meraka merupakan pendatang dari daerah lain, namun intinya perlu dicarikan solusi.
"Kalau dulu ditampung di dinas sosial bahkan ada yang disekolahkan atau diberi keterampilan, langkah-langkah seperti itulah yang harus diterapkan oleh pemerintah," terangnya.
Dampak secara umum kalau hal ini terus berlangsung maka akan melemahkan generasi muda kedepan.
Sedangkan dampak secara khusus ini banyak berdampak pada sosial, seperti menghambat perjalanan dilampu merah dan mereka juga berdampak dari penyebaran virus covid-19, karena mereka tidak patuh terhadap protokol kesehatan.
Tidak hanya itu, maraknya badut jalanan dilampu merah juga membahayakan pengendara dan badut itu sendiri.
"Intinya dari dampak sosial sangat banyak," jelasnya.
Ia menilai peran dari dinas sosial dalam mengatasi masalah seperti badut jalanan, manusia silver dan pengemis sekalipun belumlah bisa dikatakan maksimal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/badut-jalanan-vs-badut-pesta.jpg)