Di PHK Perusahaan, Peserta BPJamsostek Bisa Dapat Uang Tunai Bantuan Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

Di PHK Perusahaan Peserta BPJamsostek, Bisa Dapat Uang Tunai Bantuan Selama 6 Bulan

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Yandi Triansyah
Handout
Deputi Direktur Wilayah Sumbagsel BP Jamsostek, Eko Purnomo 

SRIPOKU. COM -- Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) hadir sebagai solusi dari Pemerintah atas pemberlakuan Permenaker No 2 Tahun 2022 yang kini membuat pekerja atau buruh tidak bisa mencairkan jaminan hari tua (JHT) sebelum memasuki masa pensiun dengan usia 56 tahun.

Aturan mengenai JKP ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan.

Program tersebut sudah mulai berjalan sejak PP Nomor 37 Tahun 2021 terbit.

Bahkan klaim JKP sudah efektif berlaku per awal bulan ini.

Deputi Direktur Wilayah Sumbagsel BP Jamsostek, Eko Purnomo menjelaskan, peserta BPJamsostek yang diberhentikan akan bisa mendapatkan manfaat JKP selama enam bulan.

Hal ini menyusul dengan adanya amanat Undang Undang Nomor : 11 Tahun 2020 tentang Ciptakerja yang dikuatkan lagi dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Program JKP, bahwa peserta BPJAMSOSTEK yang mengikuti 4 program BPJAMSOSTEK yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Pensiun (JP) dan ditambah Jaminan Kesehatan (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan berhak mendapatkan manfaat JKP yang sudah dapat dirasakan manfaatnya per 1 Februari 2022.

Manfaat yang diberikan berupa uang tunai; akses informasi pasar kerja; dan pelatihan kerja.

Manfaat uang tunai diberikan selama 6 (enam) bulan dimana 3 bulan pertama diberikan sebesar 45 persen dari upah maksimal Rp. 5.000.000,-, dan 3 bulan berikutnya sebesar 25 persen dari upah maksimal Rp. 5.000.000,-.

"Sehingga selama 6 (enam) bulan Bapak/Ibu dapat memperoleh manfaat uang tunai total maksimal Rp. 10.500.000," Ujarnya.

Eko mengatakan, BPJAMSOSTEK Sumbagsel komitmen untuk mengedukasi masyarakat khususnya para pelaku usaha dan pekerja agar seluruh pekerja di Sumbagsel baik PU maupun BPU semua sudah terlindungi oleh manfaat program dari BPJAMSOSTEK.


"Kami memastikan bahwa BPJS Ketenagakerjaan tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi peserta dan juga perlindungan yang optimal kepada peserta termasuk ketika peserta memasuki hari tuanya agar lebih sejahtera, " Jelasnya.

Sepanjang tahun 2022 BPJAMSOSTEK Sumbagsel telah membayarkan klaim sebesar 25.880 kasus atau Rp. 329.991.801.272,- khususnya di Sumsatera Selatan sebesar 8.865 kasus atau Rp. 123.335.145.698,- (data Per 15 Februari 2022).

Untuk Cakupan Kepesertaan BPJAMSOSTEK Sumbagsel sepanjang tahun 2021 pada sektor Penerima Upah (PU) tenaga kerja aktif sebesar 980.006 atau capaiannya sebesar 91.68 % untuk sektor Bukan Penerima Upah (BPU) sebesar 163.316 atau 75.75 % sedangkan untuk sektor Jasa Kontruksi capaian sepanjang 2021 sebesar 664.713 atau 53.18 %.

 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved