Wong Kito

Profil Nirmala Dewi, Sekretaris Jenderal PP Perbasi, 'Aku tidak Pernah Meninggalkan Sriwijaya FC'

Wanita cantik yang lama berkutat di event olahraga baik yang pernah menjadi Direktur Marketing dan Promosi PT SOM manajemen pengelola klub Sriwijaya

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Sekretaris Jenderal PP Perbasi, Nirmala Dewi yang pernah menjadi Direktur Marketing dan Promosi PT SOM manajemen pengelola klub Sriwijaya FC. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz


SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Mengenal sosok Sekretaris Jenderal PP Perbasi, Nirmala Dewi yang menjadi Staf Khusus Erick Thohir saat menjadi Presiden INASGOC pada Asian Games 2018 yang hadir di peresmian Sekretariat Kantor Pengprov Perbasi (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia) Sumsel di Maju Bizz Komplek TAA Jl Letjen Harun Sohar No 999 Palembang, Selasa (15/2/2022).

Wanita cantik yang lama berkutat di event olahraga baik yang pernah menjadi Direktur Marketing dan Promosi PT SOM manajemen pengelola klub Sriwijaya FC, maupun pernah menjabat Pengurus KONI Sumsel mengenakan celana jogger hitam, jaket hitam, dengan kaos dalaman dan masker biru dongker, serta dibalut kerudung jilbab warna krem. 

Wanita kelahiran Bandar Lampung, 18 Mei 1978 ini hadir mendampingi Ketum PP Perbasi Danny Kosasih disambut Bendahara Pengprov Perbasi Sumsel Alvin Kennedy, Wakil Ketua Bidang Binpres Pengprov Perbasi Sumsel yang juga Ketum Perbasi Kota Palembang DR Azwar Agus SH MHum. 

"Alhamdulillah baik. Modek ke Palembang. Menjadi Sekjen PP Perbasi sejak 2019. Aku tidak meninggalkan Kota Palembang. Masih tetap cinta sama Kota Palembang. Tadi kalau ngomong Sriwijaya FC, klub favorit aku masih Sriwijaya FC. Aku tidak pernah meninggalkan Sriwijaya FC. Secara hati masih Sriwijaya FC," ucap Nirmala Dewi kepada Sripoku.com.

Dengan sesekali diselingi bahasa Palembang, wanita yang dulu akrab disapa Cikwi ini mengenang dirinya selama berkutat di dunia olahraga. 


"Di KONI Sumsel beberapa kali rolling, di beberapa bidang-bidang. Setelah itu di Asian Games sudah pasti. Di Palembang mulai dari SEA Games, Asian Games, Islamic Solidarity Games. Pokoknya di beberapa event-event internasional selalu ado rai (wajah) ini," ungkap Cikwi yang pernah menjadi Pengurus Asprov PSSI Sumsel 2014.

Belum lagi Nirmala Dewi juga mengaku memiliki pengalaman mengurusi permasalahan bentrok suporter hingga dirinya harus berhadapan dengan pihak keamanan di kantor polisi. 

"Di sepak bola lebih sering lagi. Dipanggil Polresta. Gara-gara suporternya yang berantem. Itu banyak kenangan suka duka. Suka duka itu yang mengajarkan kita, menguatkan kita sampai hari ini," bebernya. 

Sekarang ini dia lagi diminta mengawal Perbasi sebagai Sekjen PP Perbasi untuk menyukseskan FIBA Asia Cup 2022, FIBA World Cup 2023

"Ini PR besar, tapi Alhamdulillah sudah pengalaman waktu di Palembang. Kita bikin venue berstandar dunia di GBK. Sekarang kalau lagi nganggur ngelihat pembangunan GBK, karena apa. Karena kita di-PR-in (diberikan PR) kurang dari satu tahun venuenya harus sudah selesai," kata mantan Manajer Sriwijaya FC U-19. 

Seperti diketahui Timnas Indonesia ditargetkan masuk delapan besar guna bisa tampil di FIBA World Cup 2023 mendatang di mana Indonesia akan menjadi tuan rumah bersama dengan Jepang dan Filipina.

"Nah ini jugo tantangan tersendiri. Sekalian juga tantangan kita di Timnas Indonesia harus bisa masuk dalam delapan besar Asia. Mau gak mau harus masuk delapan besar Asia lagi. Gimana caranya," ujarnya. 

Selain itu juga sebagai Sekjen PP Perbasi dia harus mensosialisasikan seperti hari ini ke daerah-daerah. 

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved