Berita Religi

DOA Mustajab yang Dikabulkan saat Puasa Senin Kamis, Bacaan Niat & Buka Puasa serta Adab & Tata Cara

Puasa Senin Kamis memiliki banyak keutamaan, termasuk pula menjadi waktu yang mustajab untuk berdoa agar dikabulkan oleh Alla SWT, berikut ulasannya.

Tayang:
Penulis: Tria Agustina | Editor: adi kurniawan
Sripoku.com/Adelia
Doa Mustajab saat Puasa Seni Kamis 

Berikut dijelaskan dalam QS Ghafir Ayat 60

"Berdoalah kepada ku, aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-KU akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina,"

Lantas mengapa doa tak dikabulkan?

Ada kalanya nada merasa semua adab sudah dijalankan, tetapi tetap tak dikabulkan Allah SWT.

Beginilah penjelasan Rasulullah SAW dalam hadist Ahmad

“Abu Sa’id radhiallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Tidak ada seorangpun yang berdoa dengan sebuah dosa yang tidak ada dosa di dalamnya dan memutuskan silaturrahim, melainkan Allah akan mengabulkan salah satu dari tiga perkara, baik dengan disegerakan baginya (pengabulan doanya) di dunia atau dengan disimpan baginya (pengabulan doanya) di akhirat atau dengan dijauhkan dari keburukan semisalnya”, para shahabat berkata: “Wahai Rasulullah, kalau begitu kami akan memperbanyak doa?” Beliau menjawab: “Allah lebih banyak (pengabulan doanya).”

Dari penjelasan tersebut, bahwa jika doa tak dikabulkan di dunia, maka akan dikabulkan di akhirat.

Anjurkan Puasa Senin Kamis dan Hubungannya dengan Doa Mustajab

Berikut ini Hadist tentang orang yang berpuasa dan doa-doanya dikabulkan

"Ada tiga dia yang tidak tertolak. Yakni doa orang yang berpuasa, ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doa orang yang terzholimi." (HR Tirmidzi)

Doa Mustajab Sebelum atau Setelah Berbuka

Jika merujuk hadis di atas maka doa mustaba adalah saat sebelum berbuka, tetapi setelah berbuka pun tetap mustajab.

Maka disebutkan jika Doa (yang mustajab) adalah sebelum/menjelang berbuka yaitu ketika akan terbenam matahari. Karena saat itu terkumpul (sebab-sebab mustajabnya doa) berupa hati yang tunduk dan perasaan rendah (di hadapan Rabb) karena ia berpuasa.

Lalu, Semua sebab ini adalah penyebab doa dikabulkan. Adapun setelah berbuka puasa, badan sudah segar lagi dan nyaman. Bisa jadi ia lalai (akan sebab-sebab mustajab).

Selain itu, terdapat hadits yang seandainya shahih maka doa mustajab itu setelah buka puasa yaitu doa: Dzahabaz dzama’ wabtallail ‘uruq wa tsabatal ajru insyaallah. Maka doa mustajab itu setelah berbuka."

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved