Berita Selebriti

Profil Ratu Elizabeth II, 70 Tahun Bertakhta Kalahkan Masa Keemasan Nenek Buyut Ratu Victoria

Profil Ratu Elizabeth II, 70 Tahun Bertakhta Kalahkan Masa Keemasan Nenek Buyut Ratu Victoria

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Sudarwan
.
Sedih Atas Gempa & Tsunami di Palu, Ratu Elizabeth II Sumbang Uang Pribadi Rp59,7 Miliar 

SRIPOKU. COM - Selama 70 tahun sudah Ratu Elizabeth menjadi Ratu Inggris.

Sebagai sosok pemimpin Kerajaan Inggris, Ratu Elizabeth merupakan sosok perempuan yang berpengaruh di dunia.

Dilansir dari Wikipedia, setelah naik takhta pada tanggal 6 Februari 1952, Ratu Elizabeth menjadi Ketua Persemakmuran sekaligus ratu dari tujuh Alam Persemakmuran (Commonwealth Realms) merdeka  yaitu Britania Raya, Kanada, Australia, Selandja Baru, Afrika Selatan, Pakistan dan Sri Lanka.

Sejak tahun 1956 hingga 1992, jumlah Alam Persemakmurannya bervariasi dan beberapa wilayah merdeka bertransformasi menjadi negara republik.

Saat ini, selain empat negara pertama yang disebut di atas, Elizabeth juga merupakan Ratu dari Jamaika, Bahama, Grenada, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Tuvalu, Saint Lucia, Saint Vincent dan Grenadines, Belize, Natigua dan Barbuda serta Saint Kitts dan Nevis.

Masa pemerintahannya selama 70 tahun merupakan masa pemerintahan terpanjang dalam sejarah Monarki Britania Raya.

Lamanya masa kejayaan Ratu Elizabeth mengalahkan nenek buyutnya, Ratu Victoria, yang memerintah selama 63 tahun.

Dalam foto file ini diambil pada tahun 2007 dan dirilis 18 November 2007 menunjukkan Ratu Inggris Elizabeth II dan suaminya, Pangeran Philip dari Inggris, Duke of Edinburgh (kiri) berjalan di Broadlands, Hampshire.
Dalam foto file ini diambil pada tahun 2007 dan dirilis 18 November 2007 menunjukkan Ratu Inggris Elizabeth II dan suaminya, Pangeran Philip dari Inggris, Duke of Edinburgh (kiri) berjalan di Broadlands, Hampshire. ((AFP PHOTO/FIONA HANSON))

Elizabeth lahir di London dan menempuh pendidikan secara privat.

Ayahnya naik takhta menjadi Goerge VI pada tahun 1936 setelah pamannya, Edward VIII melepaskan takhtanya, dan secara tidak terduga Elizabeth menjadi penerus takhta berikutnya.

Elizabeth mulai menjalankan tugas sosialnya selama terjadinya Perang Dunia II dengan bertugas di palang merah.

Pada tahun 1947, ia menikah dengan Pangeran Philip, Adipati Edinburgh dan kemudian dikaruniai empat orang anak, yaitu Charles, Anne, Andrew dan Edward.

Upacara penobatannya dilaksanakan pada tahun 1953 dan merupakan upacara penobatan pertama yang disiarkan melalui televisi.

Baca juga: Menelisik Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

 

Baca juga: Suami Ratu Elizabeth II, Pangeran Philip, Wafat Dua Bulan Jelang Ulang Tahun ke-100 Tahun

Ratu Elizabeth sudah melakukan berbagai pertemuan dan kunjungan kenegaraan bersejarah, termasuk kunjungan kenegaraan ke Rupblik Irlandia dan kunjungan timbal balik dari dan ke Paus Katolik Roma.

Ratu Elizabeth juga telah menjadi saksi hidup atas berbagai perubahan besar yang terjadi dalam konstitusi Alam Persemakmurannya, seperti devolusi di Britania Raya, dan pemisahan konstitusi Kanada.

Sedangkan secara personal, Ratu juga telah menyaksikan berbagai peristiwa penting yang terjadi dalam monarkinya, termasuk kelahiran dan pernikahan anak serta cucunya, upacara penobatan Pangeran Wales, dan perayaan Yubileum perak, emas, dan berlian Ratu pada tahun 1977, 2002, dan 2012.

Dilansir dari Kompas. Com, di 70 tahun masa kekuasaan Ratu Elizabeth, Partai Maori Selandia Baru telah menyerukan “perceraian” dari mahkota dan penghapusan keluarga kerajaan Inggris sebagai kepala negara Selandia Baru.

Seruan itu datang pada peringatan 182 tahun penandatanganan perjanjian Waitangi, atau Te Tiriti o Waitangi, dokumen hukum dasar Selandia Baru.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved