Virus Corona di Sumsel

Cegah Klaster Sekolah Empat Sekolah di Muara Enim Diwajibkan Kembali Daring, Ada Temuan Covid-19

Untuk memutus rantai penyebaran dan klaster baru Covid-19, Dinas Pendidikan Muara Enim kembali akan menerapkan sistem Dalam Jaringan.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Refly Permana
Pexels
Ilustrasi belajar daring (online). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Untuk memutus rantai penyebaran dan klaster baru Covid-19, Dinas Pendidikan Muara Enim kembali akan menerapkan sistem Dalam Jaringan (Daring) selama 14 hari.

Pasalnya, sedikitnya diketahui ada empat sekolah di Muara Enim yang sudah ditemukan kasus Covid-19, yakni SMAN 1 Muara Enim, SMAN 2 Muara Enim, SDN 6 Muara Enim, dan SDIT Rabbani.

"Saat ini, kita sudah koordinasi dengan satgas dan juga pihak kecamatan untuk dilakukan tracing di sekolah masing masing sebagai tindak lanjut penanganan Covid-19," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim, Irawan Supmidi, Senin (7/2/2022).

Menurut Irawan, bahwa berdasarkan surat keputusan Bersama empat menteri tentang pembelajaran tatap muka (PTM) maka apabila ada siswa di sekolah tersebut positif maka sistem pembelajaran kembali ke sistem dalam jaringan (Daring).

Dan pihaknya sudah berkoordinasi satgas Covid-19 untuk melakukan tindakan terkait ditemukannya kasus ini.

"Sudah koordinasi dengan satgas dan juga pihak kecamatan untuk dilakukan tracking di sekolah masing masing," ungkapnya. 

Oleh sebab itu, dirinya menghimbau kepada siswa, guru, ataupun pengelola sekolah untuk benar-benar patuh dengan protokol kesehatan.

Dan menghimbau kepada masyarakat untuk tidak berpergian keluar daerah karena saat ini kondisinya sedang tidak baik, jangan sampai kita membawa virus dari luar dan membawa ke Muara Enim sehingga menciptakan klaster.

"Saat ini hanya beberapa sekolah tersebut yang dilakukan penghentian PTM dengan menggunakan daring. Sekolah lain sejauh ini aman, mudah mudahan tidak ada masalah," harapnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Kesehatan Muara Enim, Slamet Oku Asmana, mengatakan bahwa terkait adanya siswa atau peserta didik yang positif sudah dilakukan tracing.

Awalnya itu SMAN 1, SMAN 2, SDN 6, dan SD IT Rabani masing masing satu orang, sekarang sekolah tersebut sudah dilakukan tracing.

Setelah dilakukan tracing didapati di SDN 6 ada 1 yang positif, di SMA N 1 dari 33 sampel dua diantaranya positif, SD IT Rabbani dari 65 hanya satu yang positif dan untuk SMAN 2 Muara Enim semua negatif.

Yang di tracing positif maka akan dilakukan PCR, dan saat ini diminta untuk isolasi mandiri.

Kedepan, pihaknya mengharapkan kepada masyarakat dalam kondisi sepertisaat ini diharapkan introspeksi diri mungkin sudah mulai kendur dalam menerapkan prokes.

Meskipun kondisi membaik tapi belum hilang, oleh sebab itu tetap harus prokes.

Ditambahkan Camat Muara Enim, Syarifudin mengatakan dirinya bersama Danramil, Kasat Binmas Polres, bersama tim medis sudah melalukan tracing.

Dan dari hasil tracing memang ada yang positif dan kami sudah meminta agar proses belajar mengajar dilakukan secara daring selama 14 hari kedepan untuk menghindari penyebaran dan cluster baru Covid-19.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved