Berita Muratara
Sudah Ada Petani Tewas Disambar Petir, Warga Muratara Diimbau Waspada Cuaca Buruk
Bahkan ada satu rumah warga roboh rata dengan tanah, dua rumah rusak sedang dan sekitar 55 rumah rusak ringan di kelurahan tersebut akibat angin.
SRIPOKU.COM, MURATARA - Cuaca buruk melanda Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) akhir-akhir ini, Kamis (3/2/2022).
Hujan deras disertai angin kencang hampir terjadi setiap hari terutama di waktu malam.
Bahkan, tiga hari lalu atau persisnya pada Minggu (30/1/2022) malam sekira pukul 20.30 WIB, hujan angin merusak puluhan rumah warga di Kelurahan Karang Jaya.
Bahkan ada satu rumah warga roboh rata dengan tanah, dua rumah rusak sedang dan sekitar 55 rumah rusak ringan di kelurahan tersebut akibat diterpa angin.
Sejak sore kemarin (Selasa, 1/2/2022) hingga malamnya, hujan deras disertai angin kencang kembali melanda wilayah Muratara.
Ironisnya, saat hujan tersebut seorang petani asal Desa Maur Baru bernama Sumantri (40) disambar petir hingga meninggal dunia.
Kejadian itu terjadi di kawasan persawahan di Desa Bingin Rupit, saat korban hendak pulang namun menunggu hujan reda di pondok tepi sawah.
Karena intensitas hujan akhir-akhir ini meningkat, volume air sungai Rupit dan sungai Rawas di Muratara juga mengalami pasang, Rabu (2/2/2022).
Seperti diketahui, Muratara ini memang merupakan salah satu daerah langganan banjir di Sumatera Selatan (Sumsel).
Oleh sebab itu, warga yang tinggal di bantaran sungai diimbau tetap siaga terhadap potensi bencana banjir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muratara, Zainal Arifin mengatakan meski banjir belum melanda namun potensinya tetap ada.
"Potensi tentu ada, apalagi beberapa hari terakhir hujan terus, volume air sungai juga naik, kami terus memantau perkembangannya," kata dia.
Selian itu, Zainal Arifin juga mengingat warga yang tinggal di pinggir sungai untuk menjaga anak jangan sampai jatuh dan terhanyut.
Mengingat volume air sungai saat ini terus meningkat setelah diguyur hujan beberapa hari terakhir.
"Anak-anak tolong dijaga, jangan sampai tidak diawasi saat dia main, apalagi rumah di pinggir sungai, hati-hati jangan lengah, bahaya," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-hujan-deras-disertai-petir.jpg)