Mahasiswi Dirudapaksa Residivis

Update Tunangan Tentara US Army Dirudapaksa Residivis, Dinas PPA OKU Butuh Tenaga Psikolog

Dinas Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak OKU yang sudah menurunkan tim untuk melakukan observasi kasus mahasiswi di OKU dirudapsa residivis.

Penulis: Leni Juwita | Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Ilustrasi korban rudapaksa. 

SRIPOKU.COM, BATURAJA - Update peristiwa mahasiswi di OKU dirudapaksa residivis beberapa waktu yang lalu.

Selain aparat kepolisian, peristiwa yang menarik perhatian banyak orang ini juga membuat beberapa pihak turun tangan.

Salah satunya Dinas Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak OKU yang sudah menurunkan tim untuk melakukan observasi kasus tersebut.

Diketahui, korban merupakan seorang mahasiswi berusia 22 tahun dan memiliki sejumlah prestasi akademik.

Ia juga dikabarkan merupakan tunangan tentara US Army.

“Kita sudah turunkan tim, mungkin besok kita akan bahas hasil tim yang  mengunjungi korban,” kata Kepalda Dinas PPA OKU, Ir Arman MSi, Rabu (2/2/2022).

Menurut Arman, tim yang diturunkan akan melakukan analisa kasus dan apa yang dibutuhkan korban, selanjutnya akan dibahas bersama.

Apabila korban memerlukan pendampingan dari psikolog maka Dinas PPA OKU akan mendatangkan psikoog dari Palembang dan memang sudah ada psikolog yang siap membantu.

Dikatakan Arman, Kabupaten OKU saat ini memang mengalami kekosongan psikolog setelah psikolog sebelumnya Widyawati Spsi Psi Cht pindah ke salah satu rumah sakit di Palembang.

Sehingga apabila ada kasus-kasus tertntu yang membutuhkan penanganan khusus maka pihaknya akan mendatangkan psikolog dari Palembang.

Seperti diberitakan sebelumnya, D (korban perampokan disertai pemerkosaan) kini memang mengalami perubahan kebiasaan.

Sebelumnya, perempuan yang ceria dan rajin beraktivatas ini lebih banyak murung.

Kabar dari ibundanya, sudah beberapa hari ini korban tidak mau makan dan lebih banyak berdiam diri di kamar.

Interpreter yang terpilih di Garuda Shiled (latihan bersama TNI AD dan US Army) tahun lalu ini sepertinya masih larut dalam kesedihan setelah ditimpa ujian berat.

Perempuan berpenampilan sederhana namun memiliki  kemampuan akademis bagus, Bahasa Inggris bagus ini memang sudah menjalani visum dua hari lalu.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved