Bukan Dijanjikan Surga Apalagi Dibebaskan dari Neraka, Ternyata Ini Keutamaan Puasa di Bulan Rajab
Memasukki bulan rajab dan dianjurkan puasa sunah, hati-hati dengan dalil puasa rajab yang menyesatkan atau bid'ah, begini penjelasan Ustaz Adi Hidayat
Penulis: Tria Agustina | Editor: pairat
SRIPOKU.COM - Apa sebenarnya imbalan bagi orang yang berpuasa di bulan rajab? Berikut penjelasan Ustaz Adi Hidayat.
Bulan Rajab yang disebut sebagai bulan haram artinya bulan yang dimuliakan.
Sehingga umat muslim menyambut bulan Rajab dengan memperbanyak amal sholeh agar mendapat pahala dari Allah SWT.
Di antara amal sholeh yang dikerjakan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan yakni bersholawat, berdzikir, bersedekah hingga berpuasa.
Hal ini sesuai dengan yang dikatakan Ibnu ’Abbas:
”Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.” (Latho-if Al Ma’arif, 207)
Akan tetapi hati-hati dengan dalil puasa rajab yang menyesatkan atau bid'ah.
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan jika tidak ada puasa khusus yang dilakuan di bulan Rajab.
Namun benar jika kita dianjurkan untuk melakukan berbagai amalan baik di bulan Rajab seperti berpuasa.
Hal ini diterangkan oleh Ustaz Adi Hidayat melalui kanal YouTube Audio Dakwah.
Baca juga: Barang Siapa yang Berpuasa hingga Bersholawat Maka Imbalannya Surga, Inilah 6 Keutamaan Bulan Rajab
Menurut Ustaz Adi Hidayat, tentang puasa di bulan Rajab disebutkan di dalam hadits Muslim pada nomor hadits 1960.
Hadits ini riwayat Sayyidah 'Aisyah, dikuatkan keterangan Ibnu Abbas RA bahwa Nabi Muhammad SAW, sering meningkatkan puasa di bulan haram termasuk bulan Rajab.
"Saya terkadang sering melihat Nabi Muhammad SAW sering puasa, seakan-akan nggak buka. Tapi juga sering melihat beliau buka seakan-akan tidak puasa," kata Ustaz Adi Hidayat mengutip hadits dari Sayyidah 'Aisyah dan Ibnu Abbas RA.
"Maksudnya apa? Kalau kemudian anda ingin meningkatkan puasa di bulan haram seperti Rajab itu boleh-boleh saja," kata Ustadz Adi HIdayat.
"Walaupun tidak ada kekhususan mengkhususkan puasa di satu bulan saja. Tapi kalau ingin meningkatkan puasa, silakan," kata Ustadz Adi Hidayat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Bacaan-niat-puasa-rajab-foto.jpg)