Berita Religi
Ternyata Sholat Berjamaah yang Seperti Ini Dilarang Nabi, Sebaiknya Lakukan Ini Agar Diterima Allah
Sholat berjamaah memang sangat dianjurkan bagi setiap umat muslim terutama laki-laki lantaran punya pahala yang berlipat, tapi ada yang dilarang Nabi.
Penulis: Tria Agustina | Editor: Fadhila Rahma
SRIPOKU.COM - Sholat berjamaah yang seperti apakah sampai dilarang dan tidak diperkenankan oleh Nabi? Berikut ini penjelasan Ustaz Adi Hidayat.
Sholat merupakan ibadah yang wajib dilakukan oleh setiap umat muslim.
Adapun sholat berjamaah bagi muslim laki-laki lebih baik daripada sholat sendirian di rumah.
Bahkan ada banyak pahala yang akan diperoleh ketika melangkahkan kaki ke masjid.
Kemudian, bagi orang yang menunaikan sholat berjamaah akan diberikan pahala yang berlipat ganda, yaitu orang yang mengerjakan shalat berjamaah mendapat pahala sebanyak 27 derajat.
Namun, pentingnya memperhatikan hal ini saat hendak sholat berjamaah agar tidak terjadi kesalahan bahkan dilarang oleh Nabi.
Lantas, sholat berjamaah yang seperti apakah dilarang oleh Nabi?
Berikut ini penjelasan Ustaz Adi Hidayat yang dilansir melalui kanal YouTube Audio Dakwah.
Baca juga: Apa Hukumnya Sholat Walau tidak Mengetahui Arti Bacaannya? Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:
Terkait sholah berjamaah, Ustaz Adi Hidayat mencontohkan sholat berjamaah yang dilakukan pada saat Maghrib misalnya dalam keadaan tempat yang terbatas.
"Kita menunaikan sholat maghrib dengan semangat luar biasa, bahkan ada saudara-saudara kita yang masuk pada shaf berikutnya, karena tidak memungkinkan mengikuti sholat di masjid ini, keadaan yang terbatas, tapi saya lihat dan terdengar ada satu atau dua jemaah berbeda," jelas Ustaz Adi Hidayat.
Maka Ustaz Adi Hidayat menjelaskan jika tidak diperbolehkan adanya perbedaan jamaah dalam sholat di masjid.
"Dengan demikian ini pelajaran untuk kita semua, Alhamdululillah penting diketahui bahwa tidak boleh ada satu catatan penting di masjid terjadi dua jamaah atau lebih dalam satu sholat yang sama," jelas UAH.
Oleh sebab itu, Ustaz Adi Hidayat memberikan saran agar tetap ikut bergabung dengan shaf yang telah ada.
"Jadi kalau kita ingin menunaikan sholat kembali di tempat yang lain, sudah ada jemaah berlangsung, sebelum dia salam, antum jangan bikin shaf baru, bergabung ke situ pada yang duluan, walaupun posisinya sedang tahiyat," jelas UAH.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sholat-berjamaah-foto.jpg)