Profil Selebriti

PROFIL Fico Fachriza, Komedian FF yang Tertangkap karena Kasus Narkoba, Generasi Keluarga Aidit PKI

Pemilik nama lengkap Fico Fachriza ini lahir pada24 Mei 1994 adalah pelawak tunggal dan aktor berkebangsaan Indonesia.

Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: pairat
capture/Instagram/Fico Fachriza
Fico Fachriza Komika Kerabat KPI 

Ia mengaku sempat merasa diasingkan di sekolahnya lantaran cucu dari seorang yang keturunan PKI.

"Jadi kira-kira kelas 4, lah tahun 2004-an, sudah mulai pelajaran sejarah PKI. Terus saya Juga tau kayaknya kakek saya ini orang PKI juga.

Ternyata kayak kejam banget kan PKI yang diajarkan di sekolah. Wah ternyata kakek saya penjahat, kayaknya baik banget kelau ke saya.

Guru sejarah lagi ceritain, terus karena saya tahu kakek saya itu adiknya D.N Aidit 'wah berarti kakek saya jahat dong buk' terus ditanya 'emang kakek kamu siapa?' Murad Aidit gitu saya jawab.

"Terus teman-teman SD jadi pada 'wah komunis-komunis gitu. enggak boleh jadi imam sholat', ungkap Fico.

Menurut penuturan sang cucu, Fico Fachriza, Murad Aidit dibiayai kuliah oleh DN Aidit.

Murad sempat dipanggil balik ke Indonesia dengan tawaran menjadi menteri.

"Yang lucu cerita yang paling saya inget, katanya dari perjalanan dari penjara Bogor ke Bandung. Di perjalanan dia (Murad dan tahanan lain) disuruh kencing.

"Namun, Murad tetap bersikeras untuk menolak tawaran tersebut.
Di situlah insting bertahan hidup dia bekerja. katanya ah 'enggak mau ah' katanya gitu.

Dan ternyata teman-teman dia yang disuruh kencing, ditembakin. Laporannya, katannya orang-orang tahanan itu mencoba kabur,".

Kakeknya, Murad Aidit dipenjara selama 15 tahun.

"Dan ternyata selama 15 tahun itu ternyata baru terbuka baru bahwa kakek saya tidak aktif menjadi anggota partai (PKI).

"Baru pas zaman presiden GusDur, ada yang minta maaf soal salah tangkap ini. Bahkan Gus Dur juga sempat meminta maaf ke Pramoedya Ananata Toer," ungkapnya.

Fico juga menceritakan akhir hayat sang kakek yang menghabiskan waktu dengan membuka sebuah warung dan warung telekomunikasi.

"Yang saya ingat, kakek dulu habisin waktunya dengan buka wartel dan warung, terus saya suka nyolongin duitya di wartel.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved