Breaking News:

Warga Prabumulih Kaki Tangan Bandar Narkoba dari PALI Termakan 'Umpan' Polisi, Dijemput di Kontrakan

Haris Sanusi diringkus di kawasan di Jalan Sumatera, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur pada Selasa (4/1/2022) lalu.

Editor: Refly Permana
tribunsumsel.com/edison
Haris Sanusi diringkus di kawasan di Jalan Sumatera, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur pada Selasa (4/1/2022) lalu. 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Tim Silent Wolf Satres Narkoba Polres Prabumulih berhasil menggerebek sebuah rumah kontrakan dan meringkus diduga pengedar narkotika di Prabumulih jenis ektasi, yakni Haris Sanusi (26).

Haris Sanusi diringkus di kawasan di Jalan Sumatera, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur pada Selasa (4/1/2022) lalu.

Dari tangan pelaku berhasil diamankan barang bukti yakni sebanyak 28 butir pil ekstasi alias ineks senilai Rp 9,8 juta dengan jenis masing-masing 26 butir bentuk segitiga warna pink, 2 butir bentuk minion warna abu-abu.

Puluhan ekstasi kelas terbaik itu rencananya akan diedarkan di beberapa tempat hiburan malam di Prabumulih.

Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SH SIK MH, melalui Kasat Narkoba, AKP Heri SH MH, menjelaskan penangkapan terhadap Haris Sanusi berdasarkan informasi dari warga yang menyatakan sering mengedarkan ekstasi ke tempat hiburan malam.

"Mengetahui itu petugas kita langsung melakukan penyelidikan dan anggota melakukan undercover buy berhasil memancing pelaku, lalu setelah itu kita langsung gerebek rumah kontrakan pelaku atas nama Haris Sanusi," ungkap Kasat Narkoba didampingi Kasi Humas, AKP Sri Djumiati, saat gelar press release di Mapolres Prabumulih, Jumat (7/1/2022).

Kasat Narkoba mengatakan, dari keterangan tersangka mendapatkan pil ekstssi dari bandar di Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI dan akan diedarkan di sejumlah tempat hiburan di kota Prabumulih.

"Kita berhasil amankan barang bukti sebanyak 28 butir pil ekstasi yang kita amankan tersebut bisa menyelamatkan sebanyak 56 jiwa manusia," kata AKP Heri didampingi Kanit Idik I Ipda Darmawan SH.

Lebih lanjut Heri mengaku pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan kepolisian PALI untuk memburu bandar yang ada di Kecamatan Penukal Kabupaten Pali yang biasa mengedarkan di Prabumulih itu.

"Untuk taksiran harga ekstasi per butir berkisar Rp 350 ribu hingga Rp 400 ribu, narkoba ini mahal karena katanya kelas bagus," tegasnya.

Sementara itu, Haris mengakui perbuatannya hendak menjual narkoba jenis ekstasi ke kota Prabumulih namun langsung kena ringkus polisi.

"Ineks dari PALI, rencana mau diedarkan di tempat hiburan kota Prabumulih," bebernya.

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved