Breaking News:

Sebab Gangguan Jaringan Internet dari Kominfo PALI, Bakal Terjadi Selama Dua Pekan

Gangguan jaringan internet akan terjadi selama dua pekan kedepan, lantaran ada pengerjaan pengadaan jaringan internet melalui e-purchasing.

Penulis: Reigan Riangga | Editor: Refly Permana
sripoku.com/reigan
Ilustrasi warga mencari sinyal internet. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan

SRIPOKU.COM, PALI - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melakukan peningkatan jaringan internet pada perkantoran di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sehingga gangguan jaringan internet akan terjadi selama dua pekan kedepan, lantaran ada pengerjaan pengadaan jaringan internet melalui e-purchasing di Dinas Kominfo PALI.

Demikian disampaikan Plt Kepala Diskominfo PALI, Ali Akbar, melalui Kepala Bidang Teknologi Informatika dan Komunikasi Bertha Haryanto, Kamis (6/1/2021).

Menurut Bertha bahwa upaya itu dilakukan dalam meningatkan layanan jaringan internet yang difasilitasi Kominfo PALI.

Dimana, jaringan internet saat ini sudah menjadi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat, terlebih pada perkantoran OPD yang setiap hari melayani masyarakat dan menyampaikan laporan secara online. 

"Awal tahun ini, Kominfo PALI lakukan pemulihan penyedia jasa pengerjaan pengadaan jaringan agar jaringan internet di seluruh OPD semakin kuat," ujar Bertha. 

Namun demikian, pada pelaksanaan pemulihan jaringan internet itu, jelas Bertha ada resiko yang akan ditimbulkan, yakni diprediksi akan mengalami downtime dimana selama kurang lebih 14 hari kedepan jaringan internet akan offline. 

"Offline jaringan internet hanya terjadi pada perkantoran yang menggunakan jaringan internet yang difasilitasi Kominfo. Bagi masyarakat umum yang menggunakan provider atau operator GSM dan yang lainnya tidak ada kendala," tukasnya. 

Sebelum pelaksanaan pemulihan jaringan internet, Diakui Bertha bahwa Kominfo PALI telah mengeluarkan edaran kepada seluruh OPD dan yang akan terjadi ketika pelaksanaan pekerjaan. 

"Surat edaran itu dikeluarkan tanggal 3 Januari 2022 supaya seluruh OPD mengetahui karena akan ada kondisi offline terhadap jaringan internet selama 14 hari," katanya.

"Namun rupanya edaran itu menyebar ke masyarakat yang dikira downtime itu mencakup keseluruhan. Disini saya jelaskan bahwa hanya di OPD saja yang alami downtime karena OPD memakai jaringan internet yang difasilitasi Kominfo," tandasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved