Mengenal Ritual Bamandi-mandi Asal Banjar Dilakukan Sebelum Pernikahan Digelar agar Lancar
Badudus adalah istilah mandi-mandi yang dipakai oleh keluarga kerajaan atau keturunan bangsawan atau yang ada hub
Penulis: Jati Purwanti | Editor: Sudarwan
5. Piduduk yang berisi beras, gula, kelapa ada juga yang memuat cingkaruk (kue dari kelapa), nasi kuning, dan nasi lamak.
Orang yang bertugas memandikan atau memapai biasanya perempuan lanjut usianya yang merupakan tetua/sesepuh dalam keluarga.
Ada juga satu tradisi untuk sumber air dalam bapapai diambil dari “ulak” atau pusaran air pada sungai besar, karena ada kepercayaan bahwa ada naga yang ditinggal diulakan tersebut sehingga air ulakan dimaksudkan supaya jangan kena pengaruh buruk dari naga itu.
Tata-tata Cara Bapapai Menurut Adat Kawin
1. Calon pengantin pria diarak ke tempat calon pengantin wanita pada malam menjelang hari perkawinan
2. Pengantin didudukkan berdampingan di serambi rumah atau di bagian belakang rumah
3. Kemudian dimandikan dengan cara memercikkan air papaian oleh sesepuh wanita
4. Jumlah memandikan selalu ganjil ada 3, 5, atau 7 secara bergantian.
5. Setelah habis mandi, pengantin pria dan wanita disisiri, diminyaki, dan sebagainya
6. Kemudian didudukkan berdampingan (batatai) dikelilingi oleh cermin dan lilin.
7. Selanjutnya, cermin dan lilin dikelilingkan kepada mempelai sebanyak 3 kali oleh wanita yang memandikan tadi.
8. Setelah selesai calon pengantin pria kembali ke rumahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/roses-adat-bamandi-mandi-merupakan-salah-satu-ritual-adat-Banjar.jpg)