Berita Religi

Inilah Hukum Mengadopsi Boneka 'Spirit Doll' dalam Islam, Buya Yahya : Mana Ada Pahala di Baliknya

Fenomena mengenai adopsi boneka yang diperlakukan seperti anak manusia saat ini marak terjadi termasuk di Tanah Air. Lantas apa hukumnya dalam Islam?

Penulis: Tria Agustina | Editor: Yandi Triansyah
Kolase Sripoku.com/YouTube
Buya Yahya. 

SRIPOKU.COM - Apa hukumnya mengadopsi boneka dalam pandangan Islam? Berikut ini penjelasan Buya Yahya.

Akhir-akhir ini marak mengenai adopsi boneka yang berbentuk manusia yang diperlakukan sebagaimana makhluk bernyawa sungguhan.

Bahkan lantaran hal itu, ada orang yang sengaja mengekspos jika dirinya bisa berinteraksi dengan boneka.

Ia menganggap jika boneka tersebut adalah teman bermainnya agar tidak kesepian.

Maka boneka tersebut diistilahkan dengan spirit doll alias boneka yang diisi dengan arwah anak-anak yang sudah meninggal.

Boneka ini diperjualbelikan dengan istilah adopsi dan akan dirawat seperti anak manusia.

Yakni dengan cara diberi makan, dimandikan, hingga diberi pakaian oleh yang mengadopsi boneka tersebut.

Beberapa dari mereka yang mengadopsi meyakini jika boneka tersebut bisa menjadi healing (penyembuhan) atau juga menarik rezeki.

Lantas, apa hukumnya mengadopsi boneka spirit doll tersebut dalam Islam?

Berikut ini penjelasan Buya Yahya yang dibagikan melalui kanal YouTube Buya Yahya.

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Logo instagram.com/sriwijayapost/

Baca juga: Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi dalam Islam Menurut Ulama, Begini Penjelasan Hadis Rasulullah SAW

Terkait hukum memiliki boneka dijelaskan Buya Yahya secara singkat dan tegas.

Buya Yahya menjelaskan hukum boneka dalam Islam tanpa menodai dan merendahkan keyakinan lainnya.

"Anda seorang muslim, urusan boneka bagi orang dewasa tidak ada perbedaan pendapat, boneka dalam bentuk manusia. Kalo anda di rumah punya untuk anda yang dewasa, kalo anda beli untuk yang dewasa nggak boleh," ujar Buya Yahya.

"Adapun untuk anak kecil di situ ada khilaf, ini masalah hukum boneka, itu adalah tanpa embel-embel spirit doll dan yang lainnya, hanya sekedar boneka," lanjutnya.

Bahkan Buya Yahya mengimbau jika seorang suami memberikan istrinya kado lebih baik dalam bentuk perhiasan bukan boneka.

Hal ini lantaran agar semakin berkah, apalagi bisa untuk ditabung.

Sehingga menyinggung soal keimanan dan prinsip, Buya Yahya menegaskan jangan asal ikut-ikutan trend.

Bahkan seorang muslim hendaknya waspada terhadap hal ini.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Logo TikTok Sripoku.com

Sementara itu, Buya Yahya menjelaskan hukum boneka untuk anak kecil pun ada khilaf di dalamnya.

"Anak kecil boneka-boneka, sesuatu yang bentuk kayak binatang, maksudnya sesuatu yang bernyawalah binatang atau manusia, jika anak kecil ada khilaf di dalamnya," jelas Buya Yahya.

"Misalnya seorang ayah membelikan boneka untuk anaknya bukan istrinya," lanjutnya.

Sehingga pemahaman seperti ini perlu diketahui, adapun apabila belum mengetahui maka Allah Maha Pengampun.

"Yang menjadi masalah adalah kesombongan kita, jika anda sudah tau seperti ini tinggal perlahan," tegasnya.

"Mudah untuk taubat mudah dan tidak boleh saling mencaci," lanjutnya.

Bahkan Buya Yahya mengimbau agar memberitahu kepada orang yang belum tahu dengan cara yang sopan.

Karena permasalahan ini muncul karena ketidaktahuan.

Kemudian, masalah keyakinan terhadap boneka yang bisa membawa keberuntungan lantaran adanya arwah.

Buya Yahya menegaskan dari segi keimanan tidak diperbolehkan untuk meyakini hal demikian.

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

"Nggak ada anak kecil jahat kemudian masuk menjadi roh jahat, nggak ada, yang ada adalah jin jahat atau syaithon yang terkutuk itu yang ada," jelasnya.

"Adapun ruh bayi-bayi kecil yang mati sebelum akhil baligh maka dia adalah bayi-bayi yang dimuliakan biarpun anaknya orang yang tidak beriman," terang Buya Yahya.

Bahkan apabila ada permasalahan psikologi terkait hal ini, Buya Yahya mengimbau agar dibenahi.

Lebih lanjut, Buya Yahya menergaksan jika mengadopsi semestinya anak manusia.

Apalagi banyak sekali anak-anak fakir dan miskin, dibandingkan harus merawat boneka dengan jumlah yang banyak dengan biaya yang besar.

"Mana ada pahala di balik ini semuanya, ini membahayakan juga kalo semua orang gaya hidupnya gitu mana yang mengurusi manusia nanti," ungkap Buya Yahya.

"Saya mau merawat boneka, apa buahnya setelah itu? Asal keyakinan itu nggak ada, nggaka da ruh, dalam iman Islam itu nggak ada semuanya," tegasnya.

"Tapi kalo rawat anak dia akan tumbuh besar, kemudian Masya Allah dia menjadi orang yang berguna, senang kan kita," tambahnya.

Demikianlah penjelasan mengenai hukum mengadopsi boneka sebagaimana disampaikan Buya Yahya.

ilustrasi
Update 3 Januari 2022. (https://covid19.go.id/)
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved