Berita Religi
Apakah Benar Allah Sudah Mentakdirkan Siapa yang Akan Masuk Surga dan Neraka? Begini Penjelasannya
Manusia berlomba-lomba dalam kebaikan agar menjadi di antara penghuni surga. Lantas, benarkah takdir mengenai ahli surga dan neraka sudah ditetapkan?
Penulis: Tria Agustina | Editor: Yandi Triansyah
"Tapi kenapa terjadi proses seperti ini? Biar tidak ada hujjah, alasan bagi manusia yang Allah hukumkan masuk
neraka, pasti dia tuntut di hadapan Allah nanti, kalo memang sudah Allah takdirkan ahli surga dan ahli neraka," tutur Syekh Ali Jaber.
Oleh sebab itu, Allah merupakan yang paling adil sehingga menjadikan semuanya proses dalam mencapai hal itu.
"Sehingga apabila nanti orang yang masuk neraka tidak ada alasan, kalo dia bertanya ya Allah kenapa saya dihukum masuk neraka? Allah akan menjawab kami sudah menurunkan kitab-kitab, mengutus Nabi dan Rasul, dan kami sudah memberi kamu akal dan otak untuk berpikir mana yang benar tapi kamu milih jalur neraka," jelas Syekh Ali Jaber.
Sehingga semuanya di bawah kehendak Allah Subhanahuwata'ala dan manusia diberikan kesempatan
untuk berusaha untuk mengubah kehendak yang bisa diubah.
Termasuk pula urusan rezeki yang harus dijemput dengan usaha dan doa dalam menggapainya.
"Dia percaya kepada usahanya, tenaganya, kerjaannya, dia bekerja keras, baru dia meyakini apa yang dia dapat pasti sudah dikehendaki Allah Subhanahuwata'ala," ujar Syekh Ali Jaber.
Sebagaimana ada seorang yang datang kepada amirul mukminin Umar bin Khattab radhiyallahu'anhu waktu
ditangkap alasannya dia mencuri.
"Kata amirul mukminin, kenapa kamu mencuri? Aku potongkan tanganmu, kata beliau wahai amirul mukminin jangan salahkan saya, kalo mau salahkan, salahkan Allah, karena Allah yang menghendaki saya mencuri akhirnya saya terpaksa mencuri," ujar Syekh Ali Jaber mengungkap
sebuah kisah.
"Kata amirul mukminin, kalo memang Allah menghendaki kamu mencuri dan juga Allah mentakdirkan aku memotong tanganmu karena kamu mencuri," lanjutnya.
Dengan demikian, kisah di atas sebagai salah satu gambaran mengenai takdir yang dipahami secara keliru.
"Jadi alasan yang sama, oleh karena itu persoalan memahami qada dan qadar sangat terlalu dalam dan banyak
rahasia di dalamnya, tapi kita yakini apapun usaha dan ikhtiar kita, hal dunia, ibadah dan hal-hal yang lain pasti sudah ada petunjuk dan kehendakNya Allah SWT," terangnya.
"Dan banyak rahasia di dalam takdir, oleh sebab itu menjadikan sebagai salah satu rukun iman, karena dalam takdir banyak perkara ghoib yang kita tidak tahu. Tapi kita percaya, apapun yang ditentukan dan ditakdirkan oleh Allah pasti ada hikmah," tegasnya.
Demikianlah penjelasan mengenai takdir yang Allah tetapkan sebagaimana disampaikan Syekh Ali Jaber rahimahullah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Syekh-Ali-Jaber-tentang-takdir-surga-dan-neraka.jpg)