Tidak Punya Pasangan Seperti Mata & Telinga, Kenapa Allah Ciptakan Cuma 1 Mulut, Ini Alasannya
"Namun siratan hikmah di dalam Al-Qur'an memberikan kesan kepada kita bahwa penciptaan mulut yang di depan itu
Penulis: Tria Agustina | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM - Mulut Allah ciptakan hanya satu tidak memiliki pasangan seperti mata telinga dan anggota lainnya yang memiliki pasanganya.
Hikmah apa yang bisa dipetik dari penciptaan mulut yang cuma diciptakan hanya satu.
Kenapa pula Allah meletakan mulut di bagian depan ?
Ustaz Adi Hidayat mencoba menjelaskan hal tersebut, seperti dikutip Sripoku.com dari YouTube Adi Hidayat Official, Kamis (16/12/2021).
Allah menciptakan segala sesuatu di muka bumi ini tidak ada yang sia-sia.
Termasuk penciptaan mulut dan posisinya berada di depan.
Ustaz Adi Hidayat memberikan penjelasan mengenai hikmah di baliknya berdasarkan yang tercantum dalam Alquran.
Ia juga menyebutkan jika hal tersebut merupakan pertanyaan yang tidak biasa.
"Namun siratan hikmah di dalam Al-Qur'an memberikan kesan kepada kita bahwa penciptaan mulut yang di depan itu mengesankan agar manusia tidak banyak membicarakan sesuatu di belakang," ujar Ustaz Adi Hidayat.
• Mengapa Allah Menciptakan Hanya 1 Mulut di Depan? Ternyata Ini Hikmahnya Tercantum dalam Alquran
"Juga manusia tidak membicarakan sesuatu yang tidak pantas di depan, sehingga meruntuhkan kehormatan dan kemuliaan dirinya," lanjutnya.
Untuk itulah Allah Subhanahuwata'ala menurunkan beragam ayat yang mengisyaratkan pesan dan hikmah mulia ini.
Yakni sebagaimana tercantum dalam Alquran surat Al-Hujurat ayat 11-12.
Inilah isi kandungan surat tersebut dijelaskan Ustaz Adi Hidayat.
"Hai orang-orang yang telah menyatakan beriman kepada Allah Subhanahuwata'ala, jangan engkau gunakan lisanmu untuk mencela. Jangan engkau gunakan lisanmu untuk berghibah, bergosip, dan membicarakan sesuatu di belakang sesuatu yang dilarang. Membicarakan sesuatu yang kasar di depan adalah hal yang sangat dikecam," jelasnya.
"Untuk itulah Allah menciptakan mulut kita, lisan kita di depan, agar kita tidak banyak mengumbar keburukan di belakang sekaligus menghadirkan kata-kata yang tak pantas yang meruntuhkan kehormatan di depan," tambah UAH.