Berita Religi

Meski Sholat Tapi Dianggap Belum Sholat, Kisah Sahabat yang Ditegur Nabi karena Sholat Seperti Ini

Dalam sebuah ceramah, Ustaz Adi Hidayat menyampaikan pembahasan mengenai kesempurnaan sholat. Berikut kisah serta sabda Nabi berkaitan dengan sholat.

Tayang:
Penulis: Tria Agustina | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM/Dokumen
Sholat di masjid 

SRIPOKU.COM - Berikut ini kisah seorang sahabat di zaman Nabi yang sampai ditegur berkali-kali oleh Nabi karena sholatnya.

Sholat merupakan tiang agama yang artinya bisa meruntuhkan semua amalan apabila tidak melakukan sholat.

Lantas, seperti apa kisahnya?

Berikut ini penjelasan Ustaz Adi Hidayat yang dibagikan melalui kanal YouTube Motivasi Dakwah.

Dalam sebuah ceramah, Ustaz Adi Hidayat menyampaikan pembahasan mengenai kesempurnaan sholat.

Ia juga membagikan sebuah kisah mengenai sahabat Nabi yang sampai ditegur berkali-kali karena sholatnya.

"Kalau anda ingin mendirikan sholat, pesan dari Alquran dan petunjuk Nabi maka jangan sekedar sholat tapi tunaikan dengan sifat dan sikap yang sempurna," kata Ustaz Adi Hidayat.

Maka dari itu, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan mengenai kaidah dalam ilmu tafsir menyebutkan jika satu konsep ibadah, ibadahnya diawali dengan kata sempurnakan, ini menunjukkan kesan bahwa ada orang yang menunaikannya, tapi menunaikan dengan cara yang tidak sempurna.

Sehingga kalimat sempurnakan ini seringkali dihadirkan pada kalimat ibadahnya untuk terus mengingatkan 'Ayo sempurnakan, sempurnakkan, sempurnakan'.

"Seakan-akan memberikan kesan bahwa tidak sedikit orang menunaikan sholat, tapi tidak sempurna sholatnya," tutur UAH.

Bahkan hal yang terkait dengan kesempurnaan ini, ternyata tidak terjadi saja pada masa kini, dulu di zaman Nabi pun saking pentingnya kesempurnaan sholat ini sangat spesifik dan sangat luar biasa tegasnya diingatkan oleh Nabi Sholallahu'alaihi wa sallam pada para sahabatnya.

Ustaz Adi Hidayat juga menyampaikan jika kalimat sholat dalam Alquran seringkali diawali dengan kata iqroma yang menunjuk pada kesempurnaan cara dan sikap kita dalam menunaikan sholat.

Berikut ini beberapa alasan kalimat ini sering muncul.

1. Seakan-akan memberikan kesan bahwa tidak sedikit orang sholat itu, tapi tidak sempurna dalam menunaikan sholatnya.

2. Saking pentingnya kesempurnaan sholat ini, sampai-sampai tidak hanya orang biasa, sahabat-sahabat Nabi pun sangat ketat diperhatikan oleh Rasulullah.

Baca juga: Biarkan Saya tak Melihat Kisah Seorang Anak Penghafal Alquran yang Berdoa Agar Tetap Buta

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved