Breaking News:

KKB Papua

JELANG Operasi Khusus KKB Papua, Panglima TNI Jenderal Andika Cek Langsung Kekuatan Pasukan

Andika berjanji mengunjungi Papua paling lambat minggu depan dengan misi khusus penanganan KKB Papua.

Editor: Wiedarto
Dok Facebook TPNPB dan Agus Suprapto
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman bereaksi terkait aksi KKB Papua yang semakin brutal. 

SRIPOKU.COM, PAPUA--Strategi penanganan konflik dan kekerasan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua segera dibahas petinggi TNI dan pemerintah.  Ini menindaklanjuti gagasan Jenderal Andika Perkasa usai dilantik jadi Panglima TNI, menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto belum lama ini.

Jenderal Andika bahkan segera menyusul KSAD Jenderal Dudung Abdurachman yang sudah terlebih dulu ke Papua. Diketahui, Jenderal Andika Perkasa memang memberikan perhatian khusus atas konflik yang terjadi di Papua. Andika berjanji mengunjungi Papua paling lambat minggu depan dengan misi khusus penanganan KKB Papua.

"Tapi yang jelas saya sudah menyiapkan dan saya pasti menjelaskan, paling lambat minggu depan (ke Papua)," ujar Andika usai bertemu Ketua DPD Lanyalla Mahmud Mattalitti, Kuningan, Jakarta, Rabu (24/11/2021), melansir Kompas TV.

Mengenai penanganan konflik Papua Jenderal Andika memastikan, nantinya menjelaskan secara detail terkait penanganan konflik Papua.

"Ya waktu itu kan sudah, secara umumnya sudah, tapi nanti detailnya sekaligus saja," kata Andika.

Sebelumnya KSAD Jenderal Dudung juga telah berada di Jayapura.
KSAD menyampaikan hal yang sama, dan menitip pesan pada prajurit TNI untuk merangkul masyarakat Papua terutama dalam menghadapi KKB yang belum paham betul soal NKRI.

“Tujuan saya sebenarnya untuk melihat kesulitan prajurit saat melakukan tugas operasi ke Papua,” kata Jenderal Dudung, Senin (23/11/2021).

“Tapi saya juga berpesan agar TNI harus merangkul KKB, bukan diajak berperang,” sambungnya.

Dikatakan, KKB Papua adalah saudara yang harus hidup berdampingan dengan masyarakat lainnya.

“Keberhasilan dalam tugas bukan diukur dengan dapat senjata namun bagaimana saudara kita bisa sadar dan kembali kepangkuan NKRI. Jangan sedikitpun berpikir untuk membunuh,” tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved