Pengacara Anggiat Pasaribu : Pak Arteria yang Mancing-mancing, tidak ada Bicara Jenderal Bintang 3

Clanse menyebut yang sebenarnya Anggiat yang dimaksud adalah Anggiat istrinya Lettu Bayu.

Penulis: Monalia Aninda Aryani | Editor: Welly Hadinata
Kolase/SRIPOKU.COM
Anggiat Pasaribu, wanita yang terlibat cekcok dengan ibu Arteria Dahlan 

Si wanita sembari mengomel menyebut, "Ayah saya," katanya.

Tak lama kemudian, wanita muda itu meninggalkan lokasi dan menuju ke mobil Mitsubishi Pajero warna hijau dan menggunakan plat nomor TNI AD.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab adu mulut di bandara tersebut dan mengundang banyak penumpang lainnya.

Dalam keterangan videonya,akun @ahmadsahroni 88 menyebutkan, bahwa Arteria Dahlan adalah sahabatnya. Di kalimat terakhir, dia menjawil akun @puspentni.

Berikut isi lengkap keterangan video yang ditulis @ahmadsahroni88 :

Sahabat sayaa Aretria dahlan @arteriadahlan baru Kejadian di bandara seperti terlihat di video...Dan si perempuan memaki maki org tua sahabat saya , bagaimana menurut Kalian ??

Pantas kah Wanita yg di video seperti itu kepada seorang Ibu kita ??

Wahit tersebut pake Mobil dinas TNI warna Hijau... Apakah benar wanitu itu istri dr seorang Pejabat TNI AD ??

Sy posting ini agar bermanfaat buat pra wanita yg ga pantas memaki org tua kaya di video tersebut.. Sombong kali...

@puspentni tolong di cari pak Mobil dinas tersebut.. agar di beri pelajaran yg sopan sm ibu kita

Kontroversi Arteria Dahlan

Sebelum peristiwa ini terjadi, Arteria Dahlan menjadi sorotan publik setelah melontarkan ucapan bahwa Hakim, polisi dan jaksa tak perlu di operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Usulan Arteria ini pun langsung jadi polemik dan ditanggapi sejumlah mantan pegawai KPK.

Saat dihubungi kompas.com ( grup SURYA.co.id), Arteria menyebut aparat penegak hukum itu adalah simbol negara yang harus dijaga marwah kehormatannya.

"Sebaiknya aparat penegak hukum, polisi, hakim, jaksa, KPK, itu tidak usah dilakukan instrumen OTT terhadap mereka. Alasannya pertama mereka ini adalah simbolisasi negara di bidang penegakan hukum, mereka simbol-simbol, jadi marwah kehormatan harus dijaga," kata Arteria saat dihubungi, Jumat (19/11/2021).

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved