Berita Palembang
Profil Helen Purnama Sari, Guru SD di Lubuklinggau Jadi Wasit Badminton di Indonesia Master 2021
"Jadi kalau di sanding dengan wasit wasit yang sekarang ditugaskan harusnya masih di bawah sekali, tapi karena ada penilaian dari Referee dan BWF
Penulis: Tria Agustina | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM - Nama Helen Purnama Sari mencuri perhatian dalam perhelatan Indonesia Master 2021 di Bali beberapa waktu lalu.
Perempuan 27 tahun itu menjadi salah satu wasit di pertandingan final Badminton Internasional tersebut.
Wanita asal Pagaralam, Sumatera Selatan tersebut terpilih menjadi satu-satunya perempuan perwakilan dari Indonesia yang memimpin pertandingan partai final tunggal putri yang mempertemukan Akane Yamaguchi (Jepang) melawan An Se Young (Korsel).
Lalu bagaimana ceritanya Helen bisa memimpin pertandingan bulutangkis dunia tersebut ?
Helen mengatakan, untuk bisa menjadi wasit di Indonesia masters super 750 harus wasit berlisensi minimal Badminton World Federation Accreditated (BWF A).
Sedangkan alumni Universitas PGRI Palembang ini baru memiliki lisensi wasit Asia atau Badminton Asia Accreditated (BAA).
"Jadi kalau di sanding dengan wasit wasit yang sekarang ditugaskan harusnya masih di bawah sekali, tapi karena ada penilaian dari Referee dan BWF alhamdullilah Helen bisa dipilih sampai ke babak final dan menjadi satu satunya wanita perwakilan dari Indonesia," kata dia, mengawal cerita kepada Sripoku.com, Selasa (23/11/2021).
Wanita kelahiran 1994 ini tidak tahu persis penilaian yang secara rinci saat dirinya dipercaya memimpin partai final di Indonesia master 2021 tersebut.
Menurut dia, sejak partai semi final dirinya tidak berharap sekaligus tidak terpikir akan memimpin partai final.
"Secara tingkat lisensi memang harusnya tidak ditugaskan, tapi alhamdullilah luar biasa dan diluar prediksi ternyata juga ikut bertugas di semi final.
Itu kejutan bangeet karena biasanya kan hanya wasit BWF yang tugas sampai ke babak final," kata dia.
Saat namanya muncul sebagai salah satu wasit yang memimpin partai final dirinya dan teman-temannya dari Indonesia terkejut karena ternyata ada namanya di sana.
"Sempat membuat sedikit shock di luar prediksi dan alhamdullilah akhirnya bisa mewakili Indonesia di partai final," kata dia.
Menurut guru SD Negeri 28 Lubuklinggau ini debut di ajang Internasional BWF baru pertama kalinya ia rasakan.
Karena seperti di awal tadi yang memimpin partai final hanya wasit yang memiliki lisensi wasit BWF.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/helen-purnama-sari.jpg)