Karier Moncer Sejak Bangun Patung Bung Karno di Akmil, Ini Kata Jenderal Dudung

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abdurachman buka suara soal kebijakan dirinya membangun patung Presiden Soekarno

Editor: Yandi Triansyah
(Puspen Mabes TNI)
Jenderal TNI Dudung Abdurachman naik pangkat. 

SRIPOKU.COM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abdurachman buka suara soal kebijakan dirinya membangun patung Presiden Soekarno saat menjabat Gubernur Akmil 2018 lalu.

Nama Dudung terus menjadi perbincangan pasca dirinya ditunjuk Presiden Jokowi untuk menjabat sebagai KSAD.

Karier Dudung melejit beberapa tahun ini.

Cuma butuh empat tahun sejak menjadi perwira tinggi dari Brigjen, Mayjen, Letjen hingga Jenderal.

Dikutip dari Kompas.id, karier Dudung menanjak sejak membangun patung Bung Karno di Akmil Magelang, Jawa Tengah saat dirinya menjabat Akmil.

Enam bulan setelah itu Dudung dipromosikan menjadi Panglima Kodam Jayakarta.

Tidak Akan Mau Saya, Dipilih Jokowi Jadi KSAD, Jenderal Dudung Tolak Dibawa ke Urusan Politik

Saya Belum Pernah Jadi Dandimnya Jenderal Dudung Bantah Anak Emas Jokowi dan Megawati

Saat menjabat Pangdam Jaya nama Dudung semakin populer usai gebrakannya mencopoti baliho petinggi FPI.

Tak sampai setahun Dudung kembali promosi tepatnya pada Mei 2021 ia diangkat menjadi Pangkostrad.

Bintang di pundaknya bertambah menjadi tiga.

Enam bulan berselang Dudung menjadi orang nomor satu di Angkatan Darat.

Dudung angkat bicara soal ini, ia menjelaskan alasan dirinya membangun patung Bung Karno.

Menurut dia, Soekarno merupakan presiden pertama yang membentuk Military Academy.

Kemudian bersama Gatot Subroto dan Oerip Soemohardjo pada tahun 2975 mereka mendirikan Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang.

"Sewaktu menjadi Gubernur Akmil, saya berinisiatif menamai setiap gedung dengan nama prajurit yang sudah gugur. Patung para pendiri AMN, seperti Gatot Soebroto dan Oerip Soemohardjo, juga sudah ada," kata Dudung dikutip dari Kompas.id, Jumat (19/11/2021).

Kemudian di main hall itu ada prasasti yang ditandatangani Soekarno pada 11 November 1957 saat meletakkan batu pertama di tiang itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved