Breaking News:

Berita Muba

LEDAKAN Sumur Minyak Ilegal di Sanga Desa Muba Apinya Terus Berkobar, tak Padam-padam Selama 1 Bulan

Upaya pemadaman ledakan sumur minyak ilegal di Desa Keban 1 Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Muba terus dilakukan

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Fajeri Ramadhoni
Ledakan sumur minyak illegal di Desan Keban 1 Kecamatan Sanga Desa saat awal ledakan terjadi. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Upaya pemadaman ledakan sumur minyak ilegal di Desa Keban 1 Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Muba terus dilakukan. Hal tersebut setelah serentetan kebakaran sumur terus terjadi. 

Setelah sebelumnya dua sumur minyak dikabarkan meledak dan terbakar, kini kolam penampuangan limbah sumur minyak ilegal yang tak berjauhan dari lokasi ikut terbakar akibat tiupan angin kencang pada Minggu (14/11/2021) pukul 17.00 WIB lalu.

Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupesy SH SIK MSi, melalui Kapolsek Sanga Desa, Iptu Johan Wiranata SH, saat dihubungi via WhatsApp mengatakan kebakaran di kolam penampungan limbah minyak tersebut disebabkan hujan deras sehingga minyak meluber keluar kolam dan membakar minyak yang berada di kolam penampungan.

"Pemadaman masih dimonitor oleh SKK Migas yang ditunjuk Pertamina untuk lakukan pengawasan sesuai Hasil rapat Forkompimda Kabupaten Muba. Terkait luapan minyak yang menyambar, akibat bencana alam. Angin kencang menyambar rembesen minyak yang keluar," jelasnya.

Ia menambahkan, tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan petugas masih melakukan upaya pemadaman terhadap kolam penampungan minyak yang terbakar tersebut sudah dilakukan.

"Agar tidak terjadi pencemaran lingkungan maka secepatnya api dipadamkan," ungkapnya. 

Sementara itu, Camat Sanga Desa Hendrik menambahkan pemadaman sumur minyak yang ada di keban 1 saat ini terus dilakukan. Pemadaman dihandle langsung oleh SKK Migas dan Pertamina.

“Insya Allah aman, saat ini tin terus melakukan pemadaman. Tim terus bekerja selama 24 jam, doakan saja upaya pemadaman dapat berjalan dengan lancar dan api berhasil di padamkan,”jelasnya.

Sebelumnya, pada 11 Oktober 2021 lalu kobaran api yang membakar sumur minyak yang mengandung gas di lokasi tersebut, terbakarnya akibat semprotan knalpot alat berat jenis Exacavator, yang saat itu akan melakukan penutupan lubang sumur tradisional.

Atas kejadian tersebut, operator alat berat tersambar percikan api hingga diberikan perawatan.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved