Breaking News:

Tanggapi Esepsi Terdakwa, JPU Minta Majelis Hakim Lanjutkan Sidang Kasus Korupsi RS Kusta Banyuasin

JPU Kejati Sumsel berharap majelis hakim Tipikor Palembang, menolak asepsi dari pihak terdakwa dalam kasus pembangunan turab RS Kusta Palembang

Penulis: Chairul Nisyah | Editor: Azwir Ahmad
sripoku.com/Chairul Nisyah
Jaksa Penuntut Umum Kejati Sumsel, Wilman Ernaldi SH dan Risky Apriani SH saat diwawancarai usai persidangan, Selasa (9/11/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dua terdakwa kasus dugaan korupsi pada pembangunan turab penahan tanah Rumah Sakit Kusta Dr Rivai Abdullah Palembang di Kabupaten Banyuasin, tahun anggaran 2017, Rusman (49) selaku Kasubag Rumah Tangga dan Perlengkapan RS Kusta Dr Rivai Abdullah Palembang dan Junaidi (46) selaku Pihak Pelaksana Pembangunan (Kontraktor) kembali jalani persidangan.

Agenda sidang yang digelar  Pengadilan Tipikor Palembang  kali ini adalah tanggapan Jaksa Penuntut Umum terhadap esepsi kedua terdakwa yang dibacakan melalui kuasa hukum masing-masing pada agenda persidangan sebelumnya. 

Sidang digelar secara online diketuai oleh hakim Sahlan Effendi SH MH, di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (9/11/2021).

Pada tanggapan  JPU Kejati Sumsel, meminta pada mejelis hakim untuk tetap melanjutkan sidang dugaan korupsi pada pembangunan turab penahan tanah Rumah Sakit Kusta Dr Rivai Abdullah Palembang di Kabupaten Banyuasin, tahun anggaran 2017, yang diduga dilakukan oleh terdakwa Rusman dan Junaidi.

"Ada beberapa poin esepsi kuasa hukum kedua terdakwa yang kami tanggapi. Yang diantaranya mengenai kerugian negara," ujar JPU Kejati Sumsel, Wilman Ernaldy SH, saat ditemui usai sidang.

Menurutnya, terkait kerugian negara, dalam dakwaan disebutkan nilai nya sebesar Rp 3,4 miliar lebih, namun pada hasil BAP itu ada Rp 4 miliar.

"Nanti itu akan dibuktikan. Hal tersebut sudah masuk materi perkara, dan akan dibuktikan pada pokok perkara dalam sidang nanti," jelasnya.

Menutup wawancaranya, JPU Wilman pihaknya berharap sidang dugaan korupsi ini dapat terus dilanjutkan.

"Dan majelis hakim dapat menolak esepsi dari kedua terdakwa," tutupnya.

Sementara itu dikonfirmasi pada masing-masing kusa hukum terdakwa, Rusman dan Junaidi pihaknya berharap majelis hakim dapat menerima esepsi keduanya, dan membebaskan terdakwa dari hukuman.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved