5 Negara Kaya Ini Mendadak Jatuh Miskin, No Terakhir Uang Negara Dibawa Kabur Calon Pemimpin

Tergantung bagaimana pemerintah bisa mengelola sumber daya alamnya untuk mensejahterakan rakyat.

Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Welly Hadinata
Tribunnews/diariolasamericas.com
Kota Venezuela 

SRIPOKU.COM - Mempunyai kekayaan melimpah tidak lantas membuat sebuah negara bisa bertahan.

Tergantung bagaimana pemerintah bisa mengelola sumber daya alamnya untuk mensejahterakan rakyat.

Hal tersebut tercermin dalam negara ini, yang kini hampir bangkrut. Padahal, sumber daya alam yang dimiliki cukup melimpah.

Ya, dari yang sejatinya makmur akan sumber daya alam (SDA) yang melimpah, namun malah jatuh terjerembab ke jurang kemiskinan.

Salah satu bukti yang paling kentara adalah Venezuela yang beberapa waktu lalu menjadi sorotan. Dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber minyak, apa daya ekonominya mendadak kolaps dan membuat jutaan rakyatnya jatuh miskin seketika.

Dan sekarang, Venezuela berada di ambang kehancurannya. Kenapa?

Karena tingkat inflasi yang sangat tinggi dan semua rakyatnya kesulitan memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Uang kertas bolivar (mata uang Venezuela) nyaris tak ada nilainya dan merupakan salah satu mata uang dengan nilai tukar paling rendah di dunia.

Padahal dulu negara ini terkenal sangat kaya raya.

Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Tapi kekayaan itu yang kemudian menjadi awal dari kehancuran Venezuela.

Seperti negara penghasil minyak lainnya, 95% pemasukan Venezuela berasal dari ekspor minyak.

Ini artinya uang masuk ke negara ini sangat bergantung pada harga minyak dunia.

Saat harga minyak dunia sedang tingi, pemasukan negara sangat besar dan begitu pula sebaliknya.

Venezuela juga mengalami kesenjangan sosial yang sangat besar dengan semua orang kaya sebagai pemilik bisnis di negara itu. Mengakibatkan warga miskin makin miskin.

Sejak Hugo Chavez berkuasa di tahun 1999, Chavez langsung menerapkan kebijakan untuk menyetarakan ekonomi rakyat.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved